Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Bang Japar menegaskan komitmen untuk berkontribusi dalam menjaga Jakarta. Ketua Umum Bang Japar sekaligus Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari identitas, sejarah, dan pengabdian organisasi kepada masyarakat.

Menurut Fahira, menjaga Jakarta tidak sebatas memastikan keamanan dan ketertiban. Bang Japar juga berupaya hadir melalui pendampingan masyarakat, pemberdayaan warga, serta berbagai solusi yang dapat memberikan manfaat secara langsung.

“Bagi kami, menjaga Jakarta berarti menjaga masyarakatnya, persatuannya, lingkungannya, fasilitas publiknya, serta memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak sendirian ketika menghadapi persoalan,” ujar Fahira di Markas Komando Pusat Bang Japar, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

“Jakarta adalah rumah kita bersama, sehingga harus kita rawat dengan kepedulian, persaudaraan, dan cara-cara yang damai,” ucapnya lagi.

Fahira menyebut semangat Jaga Jakarta menjadi salah satu implementasi dari garis perjuangan Bang Japar, yakni “Berbuat dan Bermanfaat”. Karena itu, menjaga kota menurutnya memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar pengamanan wilayah.

Fahira menjelaskan, menjaga Jakarta juga dapat diwujudkan dengan membantu masyarakat mendapatkan keadilan, memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan budaya, serta merawat kehidupan sosial dan keagamaan warga.

Dalam rangka memperkuat komitmen tersebut, Bang Japar akan bersama sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta untuk mengikuti Apel Siaga Jaga Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, keikutsertaan Bang Japar dalam kegiatan itu menjadi bagian dari perjalanan organisasi dalam menjaga masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, persatuan, dan kedamaian di Ibu Kota. Ia menegaskan apel tersebut tidak diarahkan untuk berhadapan dengan pihak maupun kelompok tertentu.

“Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapa pun. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan bahwa Jakarta merupakan rumah kita semua. Rumah ini harus dijaga dengan gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan,” jelasnya.

Fahira juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tersulut oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Ia menyoroti potongan video yang beredar tanpa konteks serta berbagai ajakan melalui media sosial yang berpotensi memunculkan kemarahan, kebencian, tindakan perusakan, hingga konflik di tengah masyarakat.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab,” ungkap aktivis perempuan itu.

Fahira menegaskan, komitmen pihaknya untuk Jaga Jakarta bukan hanya diwujudkan melalui Apel Siaga Jaga Jakarta pada 27 Agustus 2026. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari pengabdian organisasi dalam jangka panjang agar keberadaan Bang Japar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bang Japar akan terus menjaga Jakarta dengan berbuat dan bermanfaat. Kita jaga kotanya, kita bantu warganya, kita rawat persaudaraannya, dan kita kuatkan masyarakatnya. Bang Japar tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus semakin besar dalam manfaat,” pungkasnya.

 

 

Porosbekasicom
Editor