PorosBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi tengah menyelesaikan rangkaian Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II untuk mengisi sejumlah posisi penting di lingkungan pemerintahan.
Sebanyak 15 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti tahapan presentasi dan wawancara yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di Ruang Rapat Kantor Inspektorat Kota Bekasi.
Seleksi tersebut digelar untuk mengisi tiga jabatan strategis, yakni Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi), Kepala Dinas Pendidikan, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
Pada formasi Kepala Diskominfostandi, tercatat enam peserta bersaing memperebutkan satu kursi jabatan. Mereka adalah Yunan Albaehaki, Nia Aminah Kurniawati, Teguh Indrianto, Jaya Eko Setiawan, Eka Chorid Ivo, dan Warsim.
Posisi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi publik pemerintah, termasuk pengelolaan informasi dan pelayanan digital kepada masyarakat.
Sementara itu, empat peserta mengikuti seleksi untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan. Mereka terdiri dari Ahmad Sahroni, Helmy, Juli Hartini, dan Chondro Wibhowo yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Keikutsertaan pejabat yang sedang menduduki posisi Plt dalam proses seleksi definitif turut menjadi perhatian berbagai kalangan. Publik menaruh harapan agar seluruh tahapan berlangsung objektif dan kompetitif sehingga menghasilkan figur terbaik untuk memimpin sektor pendidikan di Kota Bekasi.
Adapun untuk posisi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, terdapat lima peserta yang mengikuti proses seleksi. Mereka adalah Fitri Widyati, Agus Harga, Selamat Gunawan, Fajar Triawan, dan Zainal Abidin.
Di sisi lain, komposisi panitia seleksi juga menjadi perhatian masyarakat. Tim pansel diketahui melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Tri Adhianto, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Asep Aang Rahmatullah, Kamal Alamsyah, hingga Asep Sumaryana.
Keterlibatan unsur eksternal dalam proses seleksi dinilai sebagai upaya menghadirkan perspektif yang lebih luas dan menjaga objektivitas penilaian.
Meski demikian, publik berharap adanya keterbukaan informasi yang memadai, terutama terkait hasil penilaian dan dasar pertimbangan dalam menentukan kandidat terpilih.
Sejumlah pihak mendorong agar hasil akhir seleksi, rekam jejak peserta, serta parameter penilaian dapat dipublikasikan secara terbuka.
Transparansi dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Hingga berita ini disusun, Panitia Seleksi yang diketuai Sekretaris Daerah Kota Bekasi Junaedi serta Kepala BKPSDM Kota Bekasi Anjar Budiono belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan.







Tinggalkan Balasan