Komentar-komentar pedas tersebut memperlihatkan tingginya kekecewaan warga terhadap kondisi Kota Bekasi yang dinilai jauh dari kata layak, meski pemerintah daerah kerap membanggakan pembangunan dan berbagai proyek strategis.
Pemilik akun @Gagagaliih pun mempertanyakan mengapa dugaan keterlibatan Tri Adhianto baru mencuat sekarang, padahal isu tersebut disebut-sebut sudah lama terendus publik.
“Kenapa baru sekarang diperiksanya?,padahal kan sudah terendus tahun2 sebelumnya,” tanyanya.
Keraguan terhadap keseriusan penegakan hukum juga bermunculan. Warganet khawatir kasus yang kini ramai dibicarakan hanya akan berakhir tanpa kejelasan seperti banyak perkara lain sebelumnya.
“Ini juga gak yakin, banyak kasusnya hangat-hangat tai ayam,setelah itu adem aja,” timpal pemilik akun @Andreas Beda Kredok.
Tak berhenti di kasus migas, publik juga mulai menyeret berbagai lembaga dan proyek yang berkaitan dengan Tri Adhianto.
Pemilik akun @Syam bahkan meminta aparat penegak hukum turut memeriksa KONI Kota Bekasi yang dipimpin Tri Adhianto.
“Cek KONI Kota Bekasi, KORMI juga periksa pak, biar adil semuanya,” cetus Syam.
Kecurigaan publik semakin melebar hingga menyinggung penggunaan anggaran di Dispora Kota Bekasi.
“Selain itu Periksa juga belanja tahun ini anggaran untuk Dispora Kota Bekasi,karena agak mencurigakan soalnya,”timpal pemilik akun @Moncemon.






Tinggalkan Balasan