PorosBekasi.com – Kinerja awal APBD Kota Bekasi tahun 2026 menjadi sorotan. Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan mencatat, dari total pendapatan daerah sebesar Rp6.687.68 milar, realisasi hingga akhir Februari baru mencapai Rp200,32 miliar atau sekitar 3.00 persen.
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp4.002.85 miliar, capaian sementara tercatat Rp70.56 miliar. Angka tersebut menunjukkan realisasi yang masih jauh dari target awal tahun anggaran.
Rincian PAD memperlihatkan, sektor pajak daerah yang dipatok Rp3.423.09 miliar baru terealisasi Rp68.91 miliar atau sekitar 1.76 persen.
Sementara retribusi daerah dari pagu Rp516.91 miliar baru menyumbang Rp1.01 miliar atau setara 0.19 persen.
Adapun pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dengan pagu Rp22.76 miliar belum mencatatkan realisasi atau 00 persen.
Untuk lain-lain PAD yang sah, dari target Rp40.09 miliar, realisasi tercatat Rp65 miliar atau setara 1.62 persen.
Di luar PAD, dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang bersumber dari APBN untuk Pemerintah Kota Bekasi pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.311,39 miliar.
Hingga Februari, realisasinya mencapai Rp129,76 miliar atau sekitar 5,61 persen, yang berasal dari transfer pemerintah pusat.
Sementara itu, pendapatan transfer antar daerah yang ditargetkan Rp374,44 miliar dilaporkan belum terealisasi.
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan juga mencantumkan keterangan dalam laporan tersebut: Data APBD Murni, realisasi APBD s.d Februari 2026, – data diterima SIKD per 26 Februari 2026 (Terindikasi anomali, perlu konfirmasi ke Pemda terkait).
Catatan tersebut mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian data yang masih memerlukan klarifikasi dari Pemerintah Kota Bekasi, khususnya terkait rendahnya tingkat serapan pada awal tahun anggaran.







Tinggalkan Balasan