Dalam pos

Oleh: Naufal Al Rasyid, SH.,MH

(Direktur LBH FRAKSI ’98)

 

TEROR air keras, akhir-akhir ini sering terjadi di Jakarta dan para pelakunya yang tergolong normal dengan mengindikasikan bahwa penyimpangan serta kejahatan menjadi pilihan sadar.

Setelah kasus teror yang menggemparkan adalah penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, mantan penyidik KPK tanggal 11 April 2017 setelah shalat subuh didekat rumahnya.

Kemudian, tanggal 1 September 2024 viral di media sosial kasus penyiraman air keras yang menimpa Agus Salim di seputar Jalan Nusa Indah Cengkareng Jakarta Barat.

Lalu, tanggal 7 Desember 2024 kasus penyiraman air keras kembali terjadi kali ini menimpa Farah Rizka, perempuan berusia 20 tahun di daerah Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi.

Terbaru, Andrie Yunus koordinator bidang eksternal KontraS disiram air keras oleh orang tidak dikenal tanggal 12 Maret 2026 sekitar pukul 23: 27 WIB di Jembatan Talang Salemba I Jakarta Pusat.

Pertanyaan besar dimasyarakat, bagaimana mengungkap kejahatan teror air keras yang sengaja dipilih untuk mencapai tujuan dan kepentingan yang bermacam-macam.

Bagi pelaku teror air keras bertujuan utama untuk melukai, membuat korban cacat permanen dan menimbulkan trauma psikologis mendalam karena dampaknya yang menghancurkan fisik serta kehidupan sosial korban.

Banyak analisa dan pendapat ahli guna menuntaskan masalah ini, tetapi teror air keras tidak kunjung menurun bahkan meningkat dalam perspektif struktur sosial, termasuk dibeberapa daerah lainnya.

Kriminolog dari UI Josias Simon, menjelaskan aksi menyiramkan air keras adalah cara atau modus yang dianggap lebih mudah ketimbang menggunakan senjata tajam yang gampang ketahuan jika terlihat orang bahkan polisi.

Pelaku, katanya, cukup membeli bahan kimia berbahaya itu dalam jumlah kecil yang bisa diperoleh secara legal maupun ilegal.

Dalam melakukan aksinya, pelaku juga tak perlu repot-repot karena tinggal melemparkan cairan berbahaya tersebut ke tubuh korbannya. Karena mendapatkannya mudah, pelaku beli dan membungkusnya tanpa mencolok perhatian serta aksinya pun berlangsung sangat cepat dan dekat.