POROSBEKASI.COM – Polemik proyek Peningkatan Saluran Jalan Joyomartono di Bekasi Timur, Kota Bekasi, kian memanas.
Di tengah penolakan resmi warga Kabupaten Bekasi dan kekhawatiran banjir yang mengancam sekitar 800 KK, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, masih tak merespons upaya konfirmasi awak media.
Sikap bungkam tersebut menjadi persoalan tersendiri ketika keberatan warga telah disampaikan secara tertulis kepada Wali Kota Bekasi dan dibahas dalam rapat resmi pemerintah, pada 6 Oktober 2026. Namun, kekhawatiran warga mengenai peningkatan debit air di Kali Sasak Jarang belum mereda.
Warga RW 014 Perumahan Bulak Kapal Permai, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menilai pembangunan sodetan dari wilayah Kota Bekasi berpotensi memperbesar aliran air.
Mereka khawatir proyek yang dimaksudkan untuk mengatasi genangan, justru memindahkan ancaman banjir ke permukiman warga di wilayah tetangga.
Berdasarkan dokumen yang diterima, proyek bertajuk Peningkatan Saluran Jalan Joyomartono tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan waktu pelaksanaan 81 hari kalender. Pekerjaan itu dilaksanakan CV Trikarya Putra berdasarkan Nomor Kontrak EP–01M27WXTP359TV26METCQ47K70.
Sementara penolakan warga tertuang dalam surat bernomor 26/BKP-014/X/2026 tertanggal 3 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Wali Kota Bekasi. Ketua RW 014, Eko Adi Priyono, menyampaikan dua keberatan utama terhadap rencana pekerjaan tersebut.
Pertama, pembangunan sodetan yang mengalirkan air ke Kali Sasak Jarang dikhawatirkan meningkatkan debit air dan memicu banjir, sekaligus berpotensi merusak tanggul yang dibangun melalui swadaya masyarakat.
Kedua, warga mempersoalkan tidak adanya koordinasi dengan pengurus RW 014, RW 022, dan RW 021 terkait rencana pekerjaan yang berdampak lintas wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.







Tinggalkan Balasan