Dalam pos

Surat keberatan itu juga ditembuskan kepada Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas BMSDA Kota dan Kabupaten Bekasi, camat, serta lurah terkait. Artinya, penolakan warga telah disampaikan melalui jalur resmi, bukan sekadar keberatan lisan.

Rapat Resmi Belum Redakan Kekhawatiran Warga

Persoalan tersebut kembali mengemuka dalam rapat yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor 600/287/DBMSDA.SDA pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Aula Kelurahan Margahayu.

Rapat itu dihadiri Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Camat Tambun Selatan, Lurah Jatimulya, unsur Polsek Rawalumbu, Danramil, serta Ketua RW 013 dan RW 022 Margahayu.

Dalam forum tersebut, Camat Tambun Selatan menyampaikan bahwa masyarakat resah terhadap rencana pembangunan sodetan berukuran besar.

Ia berharap penanganan masalah dilakukan dengan membenahi bagian hilir terlebih dahulu, bukan menambah debit air yang harus ditampung kawasan tersebut.

Keberatan serupa disampaikan Lurah Jatimulya. Ia menyayangkan belum adanya koordinasi terlebih dahulu dengan masyarakat Kabupaten Bekasi mengenai rencana pekerjaan itu.

Meski mendukung kegiatan Pemerintah Kota Bekasi, pihak kelurahan menegaskan pentingnya koordinasi agar pelaksanaan proyek tidak mengabaikan kondisi dan kepentingan masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, Ketua RW 014 Jatimulya, Eko Adi Priyono, kembali menyampaikan penolakan. Menurutnya, debit air di kawasan tersebut sudah cukup tinggi. Warga juga telah mengalami banjir setelah pembangunan sodetan di BTC sebelumnya, dengan dampak yang disebut mencapai sekitar 800 KK.

Di sisi lain, Kepala Bidang SDA dalam rapat menjelaskan bahwa pekerjaan sepanjang 90 meter itu menggunakan box culvert berukuran 100 x 100 sentimeter dan gorong-gorong berdiameter 100 sentimeter. Pekerjaan tersebut bertujuan mengatasi genangan di Jalan Joyomartono.

Penjelasan mengenai tujuan dan dimensi pekerjaan itu belum menghilangkan kekhawatiran warga terhadap dampak aliran air di bagian hilir. Warga menuntut agar persoalan banjir tidak ditangani dengan cara yang berpotensi memindahkan risiko ke permukiman lain.

Porosbekasicom
Editor