Dalam pos

PorosBekasi.com – Pasca diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, warganet langsung berbondong-bondong melaporkan keluhan yang dialami ke layanan “Lapor AA Bupati”.

Sayangnya, banyak laporan yang masuk ke layanan WhatsApp Lapor AA, masih dibiarkan mandek tanpa respons cepat, sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya.

Sejumlah warganet yang kesal, melampiaskan di akun Instagram @bekasikab.laporaa, mengenai keluhan yang tak kunjung digubris.

Seperti akun @rezarizkii** yang menulis “Udah lapor di-WA cuma belom ada balesan hanya balesan otomatis,”.

Ia pun kembali menimpalkan “gimana cara liat laporannya udah ditangani atau belum,”.

Keluhan serupa disampaikan akun @Iwan_gopal**, yang kecewa lantaran tak bisa menyampaikan keluhan yang dimaksud, “Tadi saya lapor buat PLN, pemadam, kayak gitu doang gak bisa lapor jalan goreng,”.

Keluhan lainnya disampaikan @suliarti_bawanggore**, “Tidak berfungsi mesin penjawabnya error. Coba dicek. dikonfirmasi malah direset lagi mintanya. tolong diperbaiki dan disempurnakan. jangan bertele-tele mesin penjawabnya,”.

Selain itu ada pula yang mengeluhkan terkait fungsi trotoar dan penerangan jalan yang juga membutuhkan penanganan serius dinas terkait.

Sebelumnya, aktivis muda Bekasi, Mahamuda Jaelani Nurseha menilai program “Lapor AA Bupati” ini hanya berpotensi gimmick seremonial tanpa dampak nyata, jika tidak ditopang dengan reformasi di tubuh birokrasi.

“Masalah di Bekasi itu bukan soal kanal pengaduan, tapi soal respon lambat dan birokrasi yang malas menyentuh akar masalah rakyat. Jangan sampai layanan ini hanya dijadikan alat pencitraan,” ujar jae sapaan akrabnya, Sabtu, 15 Juni 2025.

Menurutnya, keberadaan sistem WhatsApp bot bukanlah hal baru, tapi sekadar kulit dari pelayanan publik. Hal terpenting adalah bagaimana setiap aduan bisa direspons dengan cepat, jelas, dan transparan.

Pihaknya lantas menantang Pemkab Bekasi untuk mempublikasikan data realisasi tindak lanjut laporan setiap bulan, agar masyarakat bisa ikut mengawasi. Dengan begitu,masyarakat juga bisa tahu realisasi dari program ini.

“Jangan bilang ‘semua akan ditindaklanjuti’ tanpa tenggat waktu yang tegas. Rakyat butuh kepastian, bukan janji,” tegasnya.

Porosbekasicom
Editor