Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Dugaan hilangnya surat berharga yang disimpan dalam Safe Deposit Box (SDB) MNC Bank mulai menjadi persoalan yang mendapat perhatian serius dari parlemen dan pengamat kebijakan publik.

Kasus tersebut dinilai tidak sekadar menyangkut perselisihan antara nasabah dengan pihak bank. Lebih jauh, dugaan tersebut menyentuh persoalan keamanan fasilitas perbankan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah konkret dengan memeriksa MNC Bank secara menyeluruh.

Harris menilai pemeriksaan diperlukan untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan SDB benar-benar diterapkan. Apalagi, fasilitas tersebut secara khusus disediakan bank bagi nasabah yang membutuhkan tempat penyimpanan berbagai dokumen atau barang berharga.

“SDB pada dasarnya memang merupakan fasilitas yang disediakan bank untuk memberikan tempat penyimpanan yang aman bagi nasabah,” ujar politikus PDI Perjuangan itu, dikutip Kamis 3 September 2026.

Menurut Harris, jika dugaan hilangnya isi SDB memang terjadi, OJK harus menelusuri persoalan tersebut dari hulu hingga hilir. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat kondisi ruang penyimpanan, tetapi juga seluruh sistem yang memungkinkan seseorang mendapatkan akses ke area tersebut.

Rekaman CCTV menjadi salah satu bagian yang dinilai penting untuk diperiksa. Begitu pula mekanisme penggunaan kunci, sistem akses ganda, serta prosedur yang mengatur siapa saja yang diperbolehkan masuk ke ruang penyimpanan SDB.

Selain sistem elektronik dan pengamanan fisik, pencatatan aktivitas di ruang SDB juga perlu diperiksa. Buku keluar-masuk ruangan dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk mengetahui pihak yang pernah mengakses area tersebut.

Audit juga diperlukan terhadap seluruh pihak yang memiliki kewenangan mengakses fasilitas SDB. Langkah ini penting agar setiap kemungkinan pelanggaran prosedur dapat ditelusuri berdasarkan bukti dan catatan yang tersedia.

Desakan pemeriksaan juga sebelumnya disampaikan Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Ia meminta OJK segera melakukan penyelidikan secara objektif dan profesional.

Uchok menilai informasi yang beredar di media sosial dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk mengungkap fakta di balik dugaan hilangnya isi SDB tersebut.

“Seperti dilihat dalam video yang beredar dan viral di Instagram, Minggu (30/8), hal itu sudah cukup menjadi panduan bagi penyidik OJK untuk membuka penyelidikan serta memanggil jajaran direksi dan komisaris Bank MNC,” ujar Uchok, Senin, 31 Agustus 2026.

Dorongan agar OJK turun tangan juga berkaitan dengan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Fasilitas SDB pada dasarnya dibangun atas dasar keyakinan nasabah bahwa barang atau dokumen yang dititipkan berada dalam lingkungan yang aman.

Karena itu, apabila dugaan hilangnya surat berharga tersebut terbukti, persoalannya tidak hanya berhenti pada siapa yang bertanggung jawab atas kehilangan. Sistem pengamanan dan pengawasan bank juga patut menjadi bagian dari evaluasi.

Sebaliknya, apabila seluruh sistem telah berjalan sesuai prosedur, pemeriksaan OJK dapat membantu memberikan kepastian kepada publik sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.

Kini, OJK didorong untuk tidak membiarkan dugaan tersebut berkembang tanpa kejelasan. Pemeriksaan berbasis bukti dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran, kelemahan sistem, atau persoalan lain di balik dugaan hilangnya isi SDB MNC Bank.

 

Porosbekasicom
Editor