Dalam pos

Mandor Baya bahkan menggunakan istilah keras untuk menggambarkan kekecewaannya terhadap kinerja Kejari Kota Bekasi.

“Kejaksaan Negeri Kota Bekasi mandul. Bosan gonta-ganti Kajari, tapi kinerjanya belum kelihatan,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan pemberantasan dugaan korupsi maupun penyimpangan di Kota Bekasi tidak boleh hanya menjadi perhatian segelintir kelompok masyarakat.

Menurutnya, organisasi masyarakat dan elemen publik yang memiliki kepedulian terhadap upaya menciptakan pemerintahan yang bersih perlu ikut mengawal proses penegakan hukum.

“Ini perlu elemen masyarakat, organisasi yang peduli terhadap Kota Bekasi bebas korupsi. Ini harus turun ke jalan,” kata Mandor Baya.

Pihaknya akan mempertanyakan secara langsung perkembangan sejumlah perkara kepada Kejari Kota Bekasi.

“Menanyakan bagaimana kelanjutannya kasus pungli MCK Bantargebang dan revitalisasi pasar Kranji yang mangkrak,” ujarnya.

Mandor Baya mengatakan langkah turun ke jalan dipandang perlu agar aparat penegak hukum memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perkembangan kasus yang dipersoalkan.

“LSM Trinusa akan turun aksi ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi,” tegasnya.

Kritik Trinusa tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian sikap organisasi itu dalam mendorong aparat penegak hukum memeriksa berbagai persoalan yang mereka nilai perlu diusut.

Porosbekasicom
Editor