Dalam pos

Dorong Reformasi Menyeluruh Pasar Modal

Serangkaian kebijakan tersebut merupakan bagian dari agenda besar reformasi pasar modal yang tengah digencarkan OJK.

Fokus utamanya mencakup peningkatan likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Dari sisi likuiditas, kenaikan batas free float menjadi salah satu strategi utama untuk menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif di tingkat global.

“Untuk memastikan transisi yang lancar, perusahaan tercatat diberikan waktu penyesuaian agar struktur kepemilikan saham sesuai dengan ketentuan baru,” tambah Friderica.

Selain itu, transparansi diperkuat lewat keterbukaan data kepemilikan saham dan pelaporan UBO yang lebih komprehensif.

Pada saat yang sama, aspek penegakan hukum juga diperketat, termasuk upaya pencegahan manipulasi pasar serta peningkatan kualitas tata kelola perusahaan melalui edukasi dan sertifikasi.

Dalam pelaksanaannya, OJK menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah, self-regulatory organization (SRO), hingga pelaku industri.

“Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pendalaman pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia akan semakin kredibel, transparan, dan mampu bersaing di kancah global.

Porosbekasicom
Editor