PoroBekasi.com – Polemik pembangunan sarana olahraga di kawasan Hutan Kota Bekasi terus bergulir. Di satu sisi, pengadaan fasilitas olahraga dianggap penting bagi masyarakat, namun di sisi lain, keberadaan hutan kota sebagai paru-paru urban semakin terancam.
Tidak seperti daerah lain yang berupaya melindungi ruang terbuka hijaunya, Pemerintah Kota Bekasi justru intensif membangun di atas kawasan Hutan Kota Patriot Bina Bangsa.
Kawasan ini memiliki luas sekitar 3 hektare dan ditumbuhi lebih dari tujuh ribu pohon. Letaknya pun strategis, berada di jantung kota, berdekatan dengan Stadion Patriot Candrabhaga dan Kantor Wali Kota.
Proyek pembangunan di kawasan tersebut berlangsung masif sejak 2023 dan direncanakan terus berlanjut hingga 2025. Berdasarkan data, tahun 2023 Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,8 miliar untuk pembangunan pondasi Gedung Olahraga Terpadu. Anggaran itu meningkat tajam pada 2024 menjadi Rp 49 miliar, dan kembali melonjak di tahun 2025 sebesar Rp 66 miliar.
Selain gedung utama, kini tengah dibangun pula lintasan untuk sepatu roda serta gedung olahraga basket di area inti hutan kota.
Meski bertujuan menyediakan fasilitas olahraga yang memadai, proyek ini memicu keprihatinan karena berdampak pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bekasi, yang selama ini dikenal masih jauh dari target ideal RTH nasional.
Dari semua pembangunan gedung sarana olahraga terbaik tentunya terdapat pengurangan luasan ruang terbuka hijau, dimana Kota Bekasi masih minim RTH guna pemenuhan ruang terbuka hijau yang penting.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah kebutuhan akan sarana olahraga harus mengorbankan kelestarian lingkungan hidup di tengah kota?







Tinggalkan Balasan