Dalam pos

PorosBekasi.com – Penutupan akses Jalan KH Noer Ali, Jaka Sampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, akibat lanjutan pembangunan jembatan lengkung Kalimalang kembali memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Penutupan jalan yang berlangsung sejak Mei hingga September 2026 itu dinilai memperparah kemacetan dan mengorbankan kenyamanan warga pengguna jalan.

Arus lalu lintas yang dialihkan di kawasan tersebut memunculkan keluhan luas dari warganet. Banyak warga mempertanyakan urgensi proyek wisata di tengah persoalan infrastruktur jalan dan banjir yang dinilai belum terselesaikan.

“Ini jembatan yang sudah jadi aja gak enak banget dipakenya,vmau ditambah lagi sempe mana,” komentar@inamutmainah, pada postingan Instagram @bekasiterkini dikutip, Selasa (26/5/2026).

Kritik juga datang dari akun @deodatuspradipto yang menilai pemerintah salah menentukan prioritas pembangunan.

“Wisata kok jembatan, parkirnya dimana, mending pikiran gimana caranya turunan dikolong jorr Kalimanh gak banjir, dan gak jadi bottle neck,” ketusnya.

Nada sindiran terkait penggunaan anggaran turut bermunculan di media sosial. “Yang penting anggaran cair bos,” sindir pemilik akun @bangjagos.id.

Warga lainnya menilai proyek dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap akses mobilitas masyarakat. Penutupan sejumlah titik jalan dalam waktu bersamaan dianggap membuat warga semakin kesulitan mencari jalur alternatif.

“Sinting emang pas mau ngerjain kaga dipikirin dampaknya, depan hutan kota Bekasi dicor, di bintara juga, orangmah jangan barengan, biar warga punya opsi jalur alternatifnya @mastriadhianto,” ujar hesty.

Kondisi kemacetan di Kota Bekasi bahkan disindir menjadi semakin parah akibat proyek-proyek pembangunan yang dinilai tidak terencana matang.

“Juara 1 Kota yang bikin macet, bukan ngatasin macet,” celetuk pemilik akun @dnrksma.

Tak sedikit pula warga yang menganggap proyek jembatan lengkung Kalimalang bukan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Proyek yang gak penting amat,” sindir @ikiaditiaw.

Sorotan juga diarahkan pada kondisi jalan Kalimalang yang disebut masih rusak dan berlubang di sejumlah titik.

Warga mempertanyakan mengapa pemerintah justru fokus membangun proyek estetika dibanding memperbaiki fasilitas dasar yang setiap hari digunakan masyarakat.

Diketahui, pembangunan awal jembatan lengkung di kawasan wisata air Kalimalang sebelumnya dikerjakan pihak ketiga melalui program CSR oleh PT Mitra Patriot bersama PT Miju.

Sementara lanjutan pembangunan kini dilaksanakan oleh Kodim 0507 Kota Bekasi dengan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Porosbekasicom
Editor