Porosbekasi.com – Ketua Umum IKA PMII Kota Bekasi, Novarel Syaefudin Zuhry mengatakan kasus korupsi pengadaan alat olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2023, terindikasi memiliki perencanaan.
Menurutnya, indikasi tersebut bisa dicermati dari proses anggaran pada program yang merugikan negara hampir Rp 5 miliar tersebut.
“Meskipun yang pasti adalah jika kita mencermati proses penganggaran programnya, kita dapat mengatakan, bahwa sangat kuat indikasi korupsinya, karena korupsi tersebut sudah dimulai dari perencanaan,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Novarel menyinggung tabel mater ketercapaian kinerja pemerintahan pada RPJMD Kota Bekasi 2018-2023 di Dispora, yang menyebut sasaran program dan pencapaian pada cabang olahraga yang berprestasi, bukan pengadaan alat olahraga bagi masyarakat luas. Karena itu ia menilai program pengadaan alat olahraga, telah keluar dari trek RPJMD.
Ia menjelaskan, bahwa benar peningkatan kesehatan melalui olahraga pada masyarakat Kota Bekasi adalah sasaran pembangunan yang cukup penting. Namun hal tersebut menurutnya harus diawali dengan terpenuhinya sarana olahraga yang memadai di seluruh wilayah (RW) se-Kota Bekasi.
“Jadi ironi ketika sarana seperti lapangan voli maupun badminton belum dipenuhi secara memadai, lalu timbul pengadaan raket dan bola,” celetuknya.
Novarel menambahkan, publik sendiri mengetahui program tersebut disinyalir muncul dari inisiasi anggota dewan dari salah satu fraksi, yang secara tiba-tiba menjadi usulan dalam anggaran Dispora.
“Nah menurut asumsi, saya melihat alur munculnya anggaran tersebut, yang perlu untuk lebih didalami adalah sejauh mana peran beberapa anggota dewan pada kala itu di dalam memaksakan/meloloskan program koruptif tersebut,” paparnya.
Novarel juga meminta penanganan kasus oleh Kejari Bekasi dialihkan ke Kejaksaan Agung agar lebih tuntas dan seluruh pihak yang terlibat dapat segera diungkap.
Diketahui, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi mengonfirmasi kelanjutan penanganan kasus dugaan korupsi alat olahraga tahun 2023, dalam waktu dekat. Namun masih belum ada kejelasan lebih lanjut terkait siapa yang akan diperiksa.







Tinggalkan Balasan