Porosbekasi.com – Sejumlah loyalis dan kader Partai Golkar Kota Bekasi yang masih menduduki jabatan strategis di BUMD, harap-harap cemas di bawah pemerintahan Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe.
Bak anak ayam kehilangan induk, para kader yang dulunya dekat dengan eks Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, seolah kehilangan pegangan usai mencuatnya kasus yang menjerat pria yang akrab disapa Pepen itu.
Bahkan tersiar kabar, jika Tri telah menggusur sejumlah kader Golkar dan loyalis Pepen yang menempati jabatan strategis di BUMD.
Masuknya para kader beringin di struktural BUMD Pemkot Bekasi, diketahui tak terlepas dari campur tangan Pepen.
Namun, pasca terjerat masalah hukum, banyak loyalis yang mulai meninggalkan mantan orang nomor satu di Kota Bekasi itu dan lebih memilih mengamankan kantong masing-masing.
Dan kini, satu persatu kader Golkar yang masih bertahan di BUMD, dikabarkan mulai merapatkan diri ke pemerintah demi mempertahankan jabatan, ketimbang dapur tak lagi ngebul.
Analis Center for Publik Policy Studies Indonesia (CPPSI) Indra Dona menilai kondisi demikian sangat wajar terjadi dalam dunia perpolitikan.
Ia menyebut, kehadiran mantan loyalis Pepen di pemerintahan Tri Adhianto sebagai upaya untuk mendapatkan jatah “kue”, agar tak tersingkir dari lingkaran kekuasaan.
“Mereka (loyalis Pepen) sedang mengamankan diri supaya tetap bisa masuk dalam lingkaran kekuasaan Tri,” kata Indra kepada wartawan, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, setelah Pepen terjerat kasus hukum, para loyalis mulai sadar jika situasi ke depan dapat menjadi tidak kondusif.
Karenanya Indra menilai keterlibatan kader Golkar dalam menepis berita miring terkait sejumlah kasus pejabat Kota Bekasi yang tengah disorot publik, merupakan bagian dalam mengamankan posisinya di BUMD agar tidak dicopot.
Selain itu, loyalis Pepen juga telah melihat kecenderungan Tri Adhianto yang kerap mengakomodasi pihak berseberangan demi menghindari gejolak.
“Tri Adhianto karakternya akomodatif, supaya tidak ada gejolak di era pemerintahannya,” tandas Indra.







Tinggalkan Balasan