Dalam pos

PorosBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi dijadwalkan melantik sejumlah pejabat eselon II pada hari ini. Namun, proses pengisian dua posisi strategis, yakni Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), menuai sorotan.

Pasalnya, seleksi terbuka yang sebelumnya digelar untuk mengisi jabatan tersebut diduga hanya menjadi formalitas belaka.

“Yah seleksi itumah istilahnya sandiwara aja, memenuhi syarat saja,” ungkap sumber ASN Pemkot Bekasi yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/4/2026).

Padahal, berdasarkan hasil seleksi, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti proses tersebut dinilai memiliki kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak kinerja yang baik.

“Tapi lagi-lagi kan wali kota hanya butuh orang-orang yang loyal, bukan kompetensi atau pengalamannya,” tambah sumber.

Sumber tersebut juga menyinggung pola pelantikan sebelumnya yang dinilai kerap mengesampingkan ASN berpengalaman.

“Terlebih sudah beberapa kali pelantikan, justru ASN yang kompeten disingkirkan. Padahal selain lebih senior dan pernah sejajar dengan Tri Adhianto semasa dia kadis PUPR, ASN tersebut disingkirkan apakah lantaran dilantik Pj Wali Kota Bekasi Gani Muhammad?” sindirnya.

Dalam pelantikan kali ini, nama Anjar Budiyono disebut akan menduduki posisi Kepala BKPSDM Kota Bekasi.

Ia dikenal sebagai sosok yang telah lama dekat dengan Wali Kota sejak masih menjadi staf hingga menduduki jabatan eselon III.

“Iyah, dia sedari staf memang salah satu orang kepercayaannya yang dianggap loyal. Dan hari ini, Anjar yang akan dilantik menjadi Kepala BKPSDM, padahal ada yang lebih layak dan berpengalaman,” ujar sumber kembali.

Sementara itu, untuk posisi Kepala Disdamkarmat, Tri disebut lebih mempertimbangkan faktor kedekatan.

Nama Bram, yang saat ini menjabat sebagai Camat Bantargebang, dikabarkan akan dipercaya mengisi jabatan tersebut, meski dinilai minim pengalaman dibandingkan pejabat pelaksana tugas saat ini.

“Kalau dilihat sejarah, Bram itu dulunya orang kepercayaannya M2, dan tergolong bantu Pilkada kemaren,j adi bukan lagi melihat siapa senior atau punya kapasitas yang layak, lagi-lagi soal kedekatan dan loyal, kompetensi dikesampingkan dulu,” tutupnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Junaedi yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, belum memberikan tanggapan terkait posisinya sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) di lingkungan Pemkot Bekasi.

Porosbekasicom
Editor