Dalam pos

PorosBekasi.com – Kepengurusan RW 13 Perumahan Mustika Grande, Desa Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, menuai protes keras dari warga. Mereka dianggap berbohong terkait perjuangan serah terima fasos fasum yang sejak awal diklaim sebagai bagian dari visi-misi RW pada 2022 lalu.

Kemarahan warga memuncak ketika Ketua RW 13, Mulyana, dalam pidato peringatan HUT RI Agustus lalu menyampaikan laporan progres serah terima fasos fasum. Ucapan itu dituding hanya upaya mencari panggung.

“Yang melaporkan dan memperjuangkan serah terima fasos fasum Perum Mustika Grande itu Aliansi Mustika Grande Bersatu (AMGB) dan bukan Pengurus RW 13 Pimpinan Mulyana dan anggota BPD wakil Perum Mustika Grande,” tegas Ketua AMGB, Pratigto, Selasa (30/9/2025).

Pratigto bahkan menyindir keras klaim tersebut.

“Jadi tolong jangan ngaku-ngaku, seperti kura-kura dalam perahu, alias pura-pura tidak tahu Pak Bro,” celetuknya.

Menurut Pratigto, warga Mustika Grande tidak boleh lagi memberikan dukungan kepada oknum pengurus RW 13 saat ini, terlebih jika ada yang kembali maju dalam pemilihan RW mendatang.

“Siapapun orangnya dari kepengurusan RW 13 Mustika Grande periode saat ini, jika ada yang akan maju jadi Ketua RW 13 mendatang, hendaknya jangan dipilih. Mereka harus kita hukum dan warga tidak mau dipimpin orang-orang pembohong,” tegasnya.

Pratigto juga menuding pengurus RW 13 bermental muka tembok karena berusaha mengambil kredit perjuangan yang tidak mereka lakukan. Padahal, kata dia, alasan utama warga membentuk AMGB pada Oktober 2023 lalu adalah karena Peraturan Daerah soal fasos fasum di Kabupaten Bekasi dianggap mandul.

“Kalau Perda soal fasos fasum di Kabupaten Bekasi selama ini tidak mandul, ngapain kita bentuk organisasi AMGB di Perumahan Mustika Grande. Jangan seperti kura-kura dalam perahu, alias pura-pura tidak tahulah,” sindirnya lagi.

Pratigto menambahkan, mayoritas warga sebenarnya sudah memahami siapa yang benar-benar berjuang. Karena itu, klaim Ketua RW 13 Mulyana saat pidato HUT RI 2025 justru dianggap kebohongan publik.

“Mulyana saat ini ingin menjadi pahlawan kesiangan. Mereka juga ngomong bahwa penggunaan fasos fasum Perum Mustika Grande oleh Pemdes dan Bumdes Burangkeng hasil musyawarah dengan warga. Berita bohong dan tidak benar itu harus dilawan jika Perumahan Mustika Grande dan Pemdes Burangkeng ingin ada perubahan,” pungkasnya.

Porosbekasicom
Editor