Porosbekasi.com – Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto belakangan menjadi perbincangan publik. Hal ini dikarenakan hubungan keduanya yang semakin mesra.
Kemunculan Sardi-Tri dalam berbagai agenda pemerintahan kian menimbulkan tanda tanya, terutama mengingat posisi politik Sardi sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendukung pasangan calon Heri–Sholihin di Pilkada Bekasi 2024.
Sardi, yang menggantikan Saifuddaulah sebagai pimpinan legislatif, terlihat semakin intens mendampingi Tri Adhianto dalam berbagai kesempatan resmi. Salah satunya saat Pemerintah Kota Bekasi menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Jawa Barat.
Momen tersebut, bahkan diabadikan melalui foto bersama yang kemudian terpampang di baliho dan videotron di sejumlah titik, seperti simpang BCP. Namun, absennya sosok Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe, dalam visualisasi tersebut sempat menuai kritik hingga akhirnya materi iklan direvisi.
Menanggapi hal ini, Sardi menyatakan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut murni karena undangan resmi sebagai Ketua DPRD.
“Saya hadir atas undangan BPK, dan sebagai Ketua DPRD tentu saya punya tanggung jawab hadir dalam agenda penting seperti itu,” ujar Sardi melalui Whatsapp, Kamis (12/6/2025).
Ia juga menjelaskan jika dirinya tak datang sendiri. Banyak pejabat eselon II yang juga hadir dan ikut foto bersama.
“Karena waktu itu saya diminta oleh pihak BPK turut serta memeriksa dokumen dan sesi foto bersama saat menerima WTP, masa iya saya harus menolak langsung? Kan tidak juga,” tandasnya.
Kemesraan yang terekam antara Sardi dan Tri, tak ayal menimbulkan kecurigaan publik. Banyak yang menilai sikap Sardi bisa menimbulkan kebingungan di akar rumput dan perlu ditindaklanjuti oleh partainya demi menjaga kejelasan sikap politik.







Tinggalkan Balasan