Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Perilaku Camat Medan Satria, Kota Bekasi, Budi Rahman, kembali menuai kecaman. Kali ini, sikap Budi saat berada di lokasi penertiban bangunan dan mushola di kawasan Pasar Family dipersoalkan LSM Trinusa Bekasi.

Budi disebut terlibat adu argumen dengan seorang emak-emak di tengah situasi penertiban. Dalam peristiwa itu, suara sang camat disebut meninggi hingga membentak perempuan tersebut di hadapan orang banyak.

Ketua LSM Trinusa Bekasi, Maksum Alfarizi alias Mandor Baya, menilai tindakan tersebut menunjukkan persoalan serius terkait etika pejabat publik.

Menurutnya, seorang camat semestinya mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi masyarakat, terlebih saat menjalankan tugas di ruang publik.

Mandor Baya menilai sikap Budi terkesan berlebihan. Ia juga menyoroti ekspresi wajah serta cara berbicara Budi ketika berhadapan dengan perempuan dalam peristiwa tersebut.

“Mata melotot, mulut bergetar ke kiri. Mantan narkoba camat Medan Satria memarahi seorang perempuan di depan umum saat pembongkaran di dalam Pasar Family bangunan dan mushola,” katanya, Minggu (24/8/2026).

Bagi Mandor Baya, kejadian tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai cekcok biasa antara pejabat dan warga. Ia menilai persoalan tersebut menyangkut sikap seorang camat yang membawa nama pemerintah daerah ketika berada di tengah masyarakat.

“Karena bicara tubuh dengan mata melotot, mulut bergetar dengan nada keras dengan seorang perempuan, seperti lepas kontrol, tidak mencerminkan seorang pejabat publik,” ujarnya.

Mandor Baya kemudian mengaitkan kekhawatiran tersebut dengan riwayat perkara penyalahgunaan narkoba yang pernah menjerat Budi. Namun, ia menegaskan Trinusa tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak mengenai kondisi Budi saat ini.

Menurutnya, dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan lembaga yang memiliki kewenangan. Trinusa meminta adanya pemeriksaan untuk memastikan apakah Budi benar-benar sudah terbebas dari narkoba.

“Kami mencurigai dan kami takuti bekas pecandu narkoba itu masih mengunakan,” kata Mandor Baya.

Persoalan pengangkatan Budi sebagai Camat Medan Satria sendiri sebelumnya telah dipermasalahkan Trinusa, dengan melaporkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ke Kementerian Dalam Negeri dan Ombudsman atas dugaan maladministrasi terkait pengangkatan tersebut.

Trinusa mempertanyakan kelayakan Budi menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemkot Bekasi dengan adanya riwayat perkara penyalahgunaan narkotika. Mereka mengaitkannya dengan prinsip merit, kepatutan, integritas, serta kelayakan pejabat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kini, munculnya persoalan terkait sikap Budi di tengah masyarakat membuat Trinusa kembali berencana membawa masalah tersebut kepada lembaga penegak hukum dan institusi yang berwenang menangani persoalan narkotika.

“Tri Nusa akan bersurat dan mendatangi BNN dan juga kejaksaan terkait surat putusan saudara Budi, Camat Medan Satria Kota Bekasi, yang divonis tersangka pengguna narkoba,” tegas Mandor Baya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk membuka kembali fakta mengenai status dan kondisi Budi. Pemeriksaan juga dinilai penting untuk memastikan apakah yang bersangkutan masih memenuhi kelayakan menjalankan jabatan sebagai camat.

“Untuk memanggil dan memeriksa kembali kelayakan sebagai camat, apakah sudah bersih dari narkoba,” tegasnya.

Mandor Baya menolak jika persoalan tersebut hanya dianggap sebagai urusan pribadi antara Budi dan warga. Menurutnya, perilaku pejabat ketika berada di ruang publik berkaitan langsung dengan wibawa pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, Trinusa akan meminta BNN dan Kejaksaan menelusuri kembali dokumen serta putusan perkara yang berkaitan dengan Budi. Mereka menilai pemeriksaan diperlukan agar kondisi yang sebenarnya dapat diketahui berdasarkan fakta dan kewenangan lembaga terkait.

Mandor Baya menegaskan Trinusa akan terus mengawal persoalan tersebut. Pihaknya mendorong lembaga yang berwenang melakukan pemeriksaan secara objektif dan mengambil keputusan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar tudingan maupun asumsi.

 

 

Porosbekasicom
Editor