Jalan keluar yang masih terbuka
BPK sudah kasih lampu kuning. Belum merah. Masih ada waktu, walau pendek. Maka ini yang ideal harus dilakukan:
Langkah darurat:
1. Stop ekspansi, fokus ke dalam dulu.
2. Audit total, dengan libatkan auditor independen internasional.
3. Transparan, maka idealnya umumkan kondisi sebenarnya ke publik.
Langkah perbaikan:
1. Data bersih dengan memvalidasi ulang semua polis warisan.
2. Manajemen harus kompeten, maka jika tidak mampu, ganti!
3. Sistem update, terapkan teknologi monitoring real-time.
Langkah jangka panjang:
1. Model bisnis baru, harus yang sustainable, bukan cari untung cepat.
2. Penguatan modal, jika perlu, negara suntik tapi dengan syarat ketat.
3. Penguatan pengawasan, maka OJK, Kementerian BUMN, DPR harus aktif!
Prinsip yang harus dipegang: “lebih baik tumbuh lambat tapi sehat, daripada cepat tapi sakit-sakitan.”
Peran kita semua
Ini bukan hanya urusan IFG Life atau pemerintah. Ini urusan kita semua karena:
1. Itu uang kita, sebab pajak kita yang akan dipakai jika bailout.
2. Orang tua kita banyak yang jadi peserta.
3. Masa depan kita sebab sistem yang rapuh hari ini akan jadi beban kita besok.
Yang bisa kita lakukan:
1. Tanya ke DPR: “apa tindakan kalian terkait temuan BPK ini?”
2. Suarakan di media sosial, juga di komunitas.
3. Awasi, dengan mengikuti perkembangan, jangan diam saja.
Kita sering bilang: “rakyat kecil tidak tahu apa-apa.” Tapi dokumen BPK ini jelas. Bahasanya bisa dipahami. Sekarang tinggal pilihan, yakni tetap jadi “rakyat kecil” yang diam, atau jadi “warga negara” yang peduli!
Alarm terakhir sebelum badai
IAW ingin tutup dengan cerita nyata. Tahun 2019, di sebuah ruang sidang, hakim memutuskan perkara Jiwasraya. Salah satu korban, pensiunan guru, berdiri gemetar. Ia berkata, “saya tidak mau uang saya kembali. Saya mau sistemnya diperbaiki, agar cucu saya tidak mengalami hal sama.” itu luar biasa!
Hari ini, sistem yang sama sedang menunjukkan gejala sakit lagi. Bedanya, kali ini kita dapat peringatan lebih awal. BPK sudah kasih kita “waktu kritis.”
Pertanyaannya sekarang, apakah kita akan menggunakan waktu ini untuk memperbaiki, atau untuk pura-pura tidak tahu?
Dokumen 300 halaman itu masih di lantai 8 gedung BPK. Isinya masih sama. Tapi maknanya tergantung pada kita, yakni apakah akan jadi sekumpulan kertas, atau jadi peta penyelamatan.
Pilihan ada di tangan kita. Waktu terus berjalan.
Selasa 2 Febuari 2026
Disclaimer: Opini ini di luar tanggung jawab redaksi







Tinggalkan Balasan