Oleh: Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW)
Dokumen 300 halaman yang berteriak lirih
Di LANTAI 8 gedung BPK, tersimpan dokumen setebal 300 halaman. Cover biru, bertuliskan “Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2023”. Di halaman 247, ada paragraf yang jika diterjemahkan ke bahasa manusia biasa, berkata, “hati-hati, dana pensiun kalian dalam bahaya.”
Dokumen ini tidak dijual di toko buku. Tidak trending di media sosial. Tapi isinya menentukan nasib uang pensiun jutaan orang. Ini adalah kisah tentang apa yang sebenarnya dikatakan BPK, dan mengapa kita harus peduli.
Bahasa resmi BPK, apa yang tertulis?
Mari kita baca bersama apa yang tertulis dalam LHP BPK 2023 terkait IFG Life:
Pertama, tentang proyeksi, disebut: “Berdasarkan hasil pemeriksaan, kemampuan PT IFG Life dalam memenuhi kewajiban pembayaran klaim diproyeksikan menurun pada periode 2025 dan 2026. Rasio kecukupan dana klaim (claim adequacy ratio) diproyeksikan sebesar 96,1% untuk tahun 2025 dan 95,4% untuk tahun 2026.”
Kedua, tentang akar masalah, tertulis: “Ketidakseimbangan antara kewajiban klaim jangka panjang dari portofolio warisan dengan pertumbuhan premi dari bisnis baru menjadi penyebab utama penurunan kemampuan tersebut.”
Ketiga, tentang data, menuat: “Terdapat permasalahan validitas data polis warisan yang dialihkan dari entitas sebelumnya, dengan nilai mencapai Rp37,87 triliun.”
Keempat, terkait rekomendasi, disebut: “BPK merekomendasikan kepada: (1) Menteri BUMN untuk memastikan langkah korektif, (2) Dewan Komisaris IFG untuk memperketat pengawasan, (3) Direksi IFG Life untuk menyusun rencana aksi konkret.”
Itulah bahasa resminya. Sopan, teknis, dan formal. Sekarang mari kita terjemahkan.
Terjemahan untuk rakyat biasa
1. “Rasio 96,1% dan 95,4%“, itu artinya seperti ini: bayangkan Anda punya tabungan untuk biaya sekolah anak 2 tahun lagi. Hari ini Anda hitung: kebutuhan Rp 100 juta, tabungan Anda Rp 96 juta. Kurang Rp 4 juta. Itu 96%. Begitu. Tetapi karena skala IFG Life bukan jutaan, tapi triliunan. Maka kekurangan 3,9% dari triliunan ya tetap triliunan juga!
Sehingga yang terjadi di lapangan adalah: pensiunan telat terima uang, klaim kematian lama diproses, dan santunan cacat dikurangi nominalnya.
2. “Ketidakseimbangan kewajiban vs premi baru“, itu artinya seperti Anda mewarisi usaha keluarga. Hutang ke supplier: Rp 1 miliar (harus dibayar rutin). Penghasilan usaha Anda sekarang: Rp 800 juta/tahun.
Selisih Rp 200 juta/tahun harus ditutup dari mana? IFG Life mendapat warisan “hutang klaim” yang harus dibayar ke nasabah lama. Tapi penghasilan dari nasabah baru belum cukup nutup hutang itu!
Realitanya: nasabah lama mayoritas pensiunan TNI/PNS, klaimnya mereka pasti dan rutin. Mencari nasabah baru susah, saingan banyak, dan butuh waktu. Maka hasilnya: defisit yang terus membesar!
3. “Data polis Rp37,87 triliun bermasalah“, artinya seperti ini: Anda beli toko. Tapi mantan pemilik kasih daftar hutang total Rp 100 juta. Tapi katanya: “daftarnya mungkin ada yang salah. Mungkin ada yang sudah lunas, mungkin nominalnya beda.”
Anda mau bayar hutangnya tapi tidak tahu pasti ke siapa dan berapa. Itu kondisi IFG Life sekarang!
Implikasi adalah tidak bisa membuat perencanaan keuangan akurat, risiko klaim ganda atau klaim fiktif, dan potensi sengketa dengan nasabah.
4. “Rekomendasi ke Menteri, Komisaris, Direksi“, itu berarti BPK sudah angkat tangan. Bilangnya begini, “ini sudah level atas. Saya sudah tidak bisa apa-apa lagi. Yang punya wewenang, tolong ambil alih.”
Itu juga menjadi seperti dokter yang bilang, “penyakitnya sudah stadium 3. Saya sudah kasih resep. Tapi butuh operasi besar. Keputusan ada di keluarga.”
Ironi yang menyakitkan
Sementara BPK teliti menulis laporan seserius itu, tetapi IFG Life malah membuat keputusan lain, yakni, Juni 2024 malah mengakuisisi 80% saham Mandiri Inhealth. Itu analoginya, rumah Anda kebakaran.
Pemadam kebakaran datang, lalu bilang “api sudah menjalar ke atap, butuh tindakan darurat!” Tetapi Anda menjawab “sebentar, saya mau beli rumah tetangga dulu.”







Tinggalkan Balasan