Dalam pos

PorosBekasi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus menempatkan isu Palestina sebagai salah satu prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

Baginya, perdamaian di Gaza tidak akan pernah tercapai tanpa pengakuan penuh atas kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara merdeka.

Sikap tersebut bukanlah agenda baru. Jauh sebelum menjabat sebagai kepala negara, Prabowo telah menunjukkan konsistensi dukungan terhadap Palestina sejak mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2019–2024.

Melalui berbagai forum internasional, ia aktif menyuarakan peran Indonesia dalam mendorong solusi damai yang berkeadilan.

Salah satu momen penting terjadi saat Prabowo menghadiri IISS Shangri-La Dialogue 2024 di Singapura. Dalam forum keamanan strategis tersebut, ia menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran konkret dalam membantu warga Gaza, baik dari sisi kemanusiaan maupun stabilitas kawasan.

“Kami juga siap segera mengirimkan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza dengan persetujuan semua pihak. Indonesia juga sangat bersedia mengevakuasi dan merawat warga Palestina yang terluka dan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit Indonesia. Kami bersedia mengevakuasi hingga 1.000 pasien dalam waktu dekat jika situasi memungkinkan,” ungkap Prabowo kala itu.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian apabila dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pascakonflik.

Langkah diplomatik tersebut berlanjut pada Juni 2024, ketika Prabowo menghadiri KTT Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza di Amman, Yordania.

Di hadapan para pemimpin dunia, ia menegaskan posisi Indonesia yang tidak tergoyahkan dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina sebagai solusi riil bagi konflik di Gaza,” ujar Prabowo.

Porosbekasicom
Editor