PorosBekasi.com – Pemerintah menyiapkan strategi penguatan ekonomi nasional dengan mengandalkan tiga pilar utama, yakni kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi.
Ketiga instrumen diarahkan bergerak seiring untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, sinergi antarmesin pertumbuhan menjadi kunci agar target ekonomi dapat tercapai secara berkelanjutan.
“Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ungkap Purbaya dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita menuntut capaian pertumbuhan ekonomi yang kuat, namun tetap diimbangi dengan stabilitas nasional dan pemerataan hasil pembangunan.
Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 merupakan agenda jangka panjang lintas generasi yang membutuhkan konsistensi kebijakan sejak sekarang.
Sejalan dengan itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 disiapkan dengan pendekatan ekspansif namun terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas nasional.
Belanja negara diarahkan agar memberikan dampak langsung kepada masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang dan meningkatkan produktivitas nasional.
“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan,” ujarnya.
Dari sisi fiskal, pemerintah mengoptimalkan belanja negara sebagai motor penggerak ekonomi dengan memastikan pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, serta bebas dari kebocoran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga efektivitas APBN dalam mendukung pertumbuhan.







Tinggalkan Balasan