Persoalan ketenagakerjaan juga menjadi sorotan. Mulyadi menyebut angka pengangguran di Kota Bekasi telah melampaui 105 ribu orang.
Ia menilai berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah belum menjawab kebutuhan tenaga kerja lokal usia produktif.
“Pelatihan ada, program ada, tapi tidak berdampak signifikan. Ini menunjukkan kebijakan yang tidak berpihak dan tidak terukur,” kata Mulyadi.
Selain itu, kemacetan lalu lintas dinilai semakin parah di sejumlah ruas jalan utama. Ia menilai kondisi tersebut dipicu oleh lemahnya tata kelola transportasi, minimnya integrasi pembangunan infrastruktur, serta tidak adanya perencanaan rekayasa lalu lintas jangka panjang.
“Setiap hari warga kehilangan waktu, tenaga, dan biaya di jalan. Namun solusi pemerintah masih tambal sulam dan reaktif, tanpa arah kebijakan yang jelas,” ujarnya.
Mulyadi menegaskan, refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas kinerja kepala daerah, bukan sekadar laporan administratif atau ajang pencitraan.
“Tanpa keberanian mengakui kegagalan dan membenahi kebijakan, masalah-masalah ini akan terus diwariskan dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Ia juga menyinggung arah kepemimpinan Wali Kota Bekasi yang dinilai sarat kepentingan kekuasaan.
Mulyadi menyoroti kebijakan penempatan pejabat yang dianggap tidak berbasis kompetensi, termasuk dugaan penempatan kerabat di posisi strategis serta mutasi yang dinilai tidak berdampak pada peningkatan pelayanan publik.
“Mutasi memang hak prerogatif wali kota, tetapi jika jabatan diisi bukan berdasarkan kapasitas dan integritas, hasilnya hanya melahirkan ‘pejabat sampah’ yang tidak produktif dan gagal melayani masyarakat,” kritiknya.
Mulyadi mengingatkan kepercayaan publik dapat terus menurun jika pemerintah daerah tidak melakukan pembenahan nyata.
“Kota Bekasi tidak membutuhkan pemimpin yang sibuk membangun pencitraan melalui seremoni tanpa solusi nyata. Bekasi membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar bekerja, berpihak kepada rakyat, serta berani mengakui dan memperbaiki setiap kesalahan,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan