PorosBekasi.com – Nasi putih masih menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, kandungan karbohidrat yang tinggi membuat sebagian orang khawatir akan lonjakan gula darah setelah mengonsumsinya.
Mengutip penjelasan ahli nutrisi, terdapat lima cara sederhana yang dapat dilakukan agar makan nasi tetap aman dan tidak memicu kenaikan gula darah secara drastis.
1. Dinginkan nasi sebelum disantap
Mendinginkan nasi selama beberapa jam atau menyimpannya di lemari es disebut dapat meningkatkan kandungan resistant starch. Jenis pati ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah. Nasi dapat dipanaskan kembali saat akan dikonsumsi tanpa mengurangi manfaat tersebut.
2. Padukan dengan protein dan serat
Nasi sebaiknya disantap bersama lauk tinggi protein seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe, serta dilengkapi sayuran kaya serat. Kombinasi ini membuat proses pencernaan karbohidrat lebih lambat dan mencegah gula melonjak tiba-tiba.
3. Tambahkan sedikit minyak saat memasak
Menambahkan sekitar satu sendok teh minyak kelapa ketika memasak nasi membantu mengubah struktur pati menjadi lebih resisten. Pati resisten ini membuat tubuh menyerap glukosa secara bertahap, sehingga lebih ramah bagi kadar gula darah.
4. Atur porsi konsumsi nasi
Pembatasan porsi menjadi salah satu kunci terpenting. Ahli gizi menyarankan porsi nasi matang sekitar sepertiga hingga setengah cangkir dalam sekali makan. Porsi kecil membantu tubuh memproses karbohidrat secara optimal tanpa memicu lonjakan glukosa.
5. Cuci dan masak nasi dengan benar
Mencuci beras hingga airnya cukup bening dapat mengurangi kandungan pati yang cepat diserap tubuh. Selain itu, memasak nasi dengan air lebih banyak kemudian meniriskan sisa air setelah matang, mirip teknik merebus pasta, dapat menurunkan jumlah pati yang masuk ke tubuh.
Meski nasi putih dikenal memiliki indeks glikemik yang tinggi, cara pengolahan dan pola konsumsi yang tepat terbukti dapat membantu menurunkan risiko lonjakan gula darah.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, masyarakat tetap bisa menikmati nasi tanpa rasa khawatir berlebih terhadap kesehatan.







Tinggalkan Balasan