PorosBekasi.com – Kinerja industri asuransi jiwa di semester I-2025 tertekan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat dua faktor utama yang menjadi beban pertumbuhan premi: melemahnya daya beli masyarakat dan menurunnya efektivitas saluran distribusi utama.
Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total premi asuransi jiwa pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar Rp 87,48 triliun, turun tipis 0,57% secara tahunan (year-on-year/YoY). Koreksi juga terjadi pada Mei 2025, dengan penurunan 1,33% YoY.
Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa industri perlu segera melakukan diversifikasi jalur distribusi untuk menjangkau potensi pasar baru.
Industri asuransi bisa segera melakukan diversifikasi dari segmen pasar yang lain,” ujar Togar, dikutip Kontan, Rabu (6/8/2025).
Meski demikian, data terakhir AAJI mencatat pendapatan premi industri masih tumbuh 3,2% YoY hingga Maret 2025.
Togar menyebut industri menunjukkan ketahanan yang baik di awal tahun, namun tetap mencermati tekanan yang muncul di kuartal II tahun ini.
AAJI tetap optimistis bahwa pendapatan premi industri asuransi jiwa akan bertumbuh hingga akhir tahun 2025, khususnya produk tradisional yang tumbuh 15,6% YoY pada kuartal I-2025.
“Hal ini antara lain didorong oleh peningkatan literasi dan inklusi masyarakat akan produk asuransi,” tuturnya.
Selain itu, penurunan suku bunga Bank Indonesia juga berpotensi meningkatkan permintaan produk asuransi, seiring biaya pinjaman yang semakin murah, di mana kemudian meringankan beban keuangan masyarakat.
“Industri fokus pada strategi jangka panjang seperti penguatan portofolio, kemitraan strategis, serta penguatan manajemen risiko untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” tandasnya.







Tinggalkan Balasan