Dalam pos

PorosBekasi.com – Ketua Kelompok Masyarakat Trinusa Bekasi Raya, Maksum Alfarizi, mengungkapkan adanya dugaan kegiatan fiktif dalam mata anggaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang terjadi di sejumlah SMP Negeri.

Dugaan itu mencakup nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2024. Salah satunya pengadaan toilet sultan.

“Dugaan kuat kegiatan penganggaran pemeliharaan gedung, pagar, dan toilet sekolah itu terlihat dari hasil investigasi dan video yang kita dapat,” ungkap Mandor Baya, sapaan akrabnya, Kamis (24/7/2025).

“Hasil investigasi dan bukti video menggambarkan tidak adanya perbaikan atau pembangunan pada judul yang terdapat di mata anggaran yang dialokasikan Dinas Pendidikan Kota Bekasi,” paparnya.

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang dianggarkan di tiap-tiap sekolah, baik SD maupun SMP, mulai terungkap dari pantauan kondisi toilet di SMPN 47 dan SMPN 2 Kota Bekasi.

Penampakan toilet sultan di SMPN Kota Bekasi yang menelan anggaran ratusan juta dari APBD Kota Bekasi TA 2024. (PorosBekasi.com/Dok)

Ia menduga ada aliran dana APBD yang dinikmati sejumlah oknum pejabat Dinas Pendidikan hingga mencapai ratusan juta rupiah, dengan total keseluruhan yang ditaksir menembus miliaran rupiah.

“Kami menduga kegiatan yang diduga fiktif ini sudah berlangsung sejak lama,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Samsu, tidak merespons konfirmasi yang dikirimkan Porosbekasi.com terkait sejumlah kegiatan pemeliharaan yang diduga fiktif dan bersumber dari APBD Kota Bekasi TA 2024.

Pihak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi pun diminta untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan praktik korupsi yang disinyalir telah lama berlangsung di tubuh Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Porosbekasicom
Editor