Dalam pos

Porosbekasi.com – Seorang pria pejalan kaki meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL), di perlintasan kereta Jalan H Syamsudin, Bekasi Barat, Kota Bekasi, (sebelumnya diberitakan di Stasiun Kranji, dekat Cakung) pada Senin, 12 Mei 2025, sekira pukul 18.00 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan polisi masih belum mengetahui motif korban berada di lintasan kereta tanpa pengamanan yang layak.

“Perlintasan kereta api tanpa palang atau pengawasan masih menjadi titik rawan kecelakaan, terutama bagi warga yang nekat menyeberang tanpa memperhatikan kedatangan kereta,” kata Ade Ary, dikutip Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, insiden ini pertama kali diketahui dari laporan masinis KRL nomor 5138 jurusan Jakarta–Bekasi.

“Masinis mengabarkan, bahwa seorang pria tertabrak saat mencoba menyeberang rel dari arah barat ke timur,” ujar Ade Ary.

Setelah menerima informasi, dua orang saksi segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Setibanya di TKP, mereka menemukan jenazah korban dalam kondisi mengenaskan.

“Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki, dengan bagian tubuh yang terpisah akibat benturan keras dari kereta,” ungkap Ade Ary.

Menurutnya, petugas perkeretaapian menyebut korban berada di rel jalur 1 eksisting dan tertabrak KRL yang sedang melaju kencang.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bekasi Barat. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk dilakukan visum guna penyelidikan lebih lanjut.

Pria Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta di Cakung

Sebelumnya, kecelakaan maut menimpa seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahun. Korban meninggal dunia usai tertabrak kereta api.

Korban meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Tubuh pria paruh baya itu hancur akibat terlindas kereta yang sedang melaju kencang.

Belum diketahui bagaimana kronologi kejadian. Saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.