Dalam pos

PorosBekasi.com – Ketua Triga Nusantara (Trinusa) DPC Bekasi Raya, Maksum Alfarizi, menyoroti minimnya keterbukaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi terkait anggaran perawatan dan pengadaan kendaraan pengangkut sampah.

Hal ini seiring masih banyaknya truk sampah yang beroperasi dalam kondisi tidak layak.

Mandor Baya, sapaan akrabnya, menyebut kondisi armada di lapangan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan setiap tahun untuk perawatan kendaraan. Ia menilai publik berhak mengetahui penggunaan anggaran tersebut secara rinci.

“Anggaran perbaikan kendaraan cukup besar nilainya, tapi faktanya mobil yang dipakai banyak yang rombeng alias rusak parah,” ujar Mandor Baya, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, belanja pengadaan dump truck pengangkut sampah serta biaya perawatan di DLH Kota Bekasi nilainya disebut mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun. Namun, kondisi armada di lapangan justru dinilai jauh dari kata ideal.

Tak hanya itu, Mandor Baya juga mempertanyakan penggunaan bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tercatat sebesar Rp380 miliar dalam APBD Tahun Anggaran 2025.

Hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan penjelasan detail mengenai alokasi dana tersebut.

“Sejauh ini kami belum mendapat informasi utuh termasuk kendaraan yang dibeli baru dengan APBD 2025, termasuk Bandek Rp380 miliar diperuntukkan untuk apa saja,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai jumlah armada dump truck pengangkut sampah yang dibeli DLH Kota Bekasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kiswati Ningsih, memilih tidak memberikan penjelasan panjang.

“Saya cuti dulu ya,” singkat Kiswati.

Porosbekasicom
Editor