Dalam pos

PorosBekasi.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menegaskan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat harus sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan visi Asta Cita yang diusung Presiden dan Wakil Presiden RI.

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, sinkronisasi diperlukan agar arah pembangunan daerah tidak keluar dari kerangka pembangunan nasional.

“RPJMD Provinsi Jawa Barat juga perlu disusun secara simultan dan terkoordinasi dengan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya, Kamis, 26 Juni 2025.

“Selain itu, penyusunan RPJMD dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, atas-bawah dan bawah-atas, holistik-tematik, integratif, dan spasial,” jelas Faisyal.

Anggota Komisi III DPRD Jabar itu juga menyarankan agar penyusunan RPJMD dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, atas-bawah dan bawah-atas, holistik-tematik, integratif, serta spasial.

Ia menekankan pentingnya rencana pembangunan ekonomi daerah yang mendukung program unggulan nasional, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan ekonomi digital.

“Pembangunan harus mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat agar tercapai pembangunan yang efektif dan efisien,” tandasnya.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan RPJMD Jawa Barat mampu menjadi instrumen yang selaras dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Porosbekasicom
Editor