Dalam pos

PorosBekasi.com – Seorang majikan penasaran ingin tahu pengalaman asisten rumah tangganya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Jawaban Mbak ART itu ternyata jauh dari dugaan, bahkan membuatnya takjub. Cerita ini dibagikan akun Threads @sinsianaliaw, dikutip, Selasa (24/3/2026).

Ia ingin mengetahui apakah MBG benar-benar dirasakan manfaatnya. Kebetulan, anak Mbak ART tersebut menerima MBG di sekolah.

“Cuman mau cerita dikit POV (sudut pandang) MBG dari Mbak momong anak gw. Di balik banyaknya berita miring MBG yang berseliweran di media, pas gw ngobrol-ngobrol sama dia, gw tanya,” tulisnya membuka cerita di Threads.

Ia melanjutkan dengan rasa penasaran: “Mbak anak lu kan dapet MBG, lu merasa MBG bermanfaat gak? And guess what Mbak gw jawab apa?”

Jawaban Mbak ART sungguh jujur. “Jujur, bagi Mbak bermanfaat, Ceh. Anak Mbak kadang ke sekolah ga ada bekal karena di rumah ga ada makanan. Pergi pagi pulang sore, uang jajan cuman Rp5 ribu atau Rp10 ribu. Kalo beli makan di sekolah juga dapetnya ala kadarnya harga segitu,” ucap Mbak ART.

Jawaban Mbak ART dalam sebuah threads saat ditanya majikannya terkait manfaat MBG yang diterima anaknya di sekolah.

Di Threads berikutnya, @sinsianaliaw masih menceritakan pengalaman Mbak ART-nya:

“Sejak ada MBG, jujur sih anak Mbak ketolong banget, jadi makan tiap hari. Ya, walaupun kadang dapetnya yang simpel-simpel doang, tapi dibanding gak makan ya mending MBG ke mana-manalah, Ce. Minimal dapet susu kotak, ada buahnya, bergizi”.

“Uang jajannya jadi bisa dipake buat beli cemilan lagi kalo masih laper. Kadang bisa disimpen buat dia main sore sama temen-temennya. Jadi, Mbak juga gak khawatir dia kurang makan,” lanjutnya.

Cerita ini memicu diskusi di kalangan warganet. Banyak yang mendukung, meski menekankan perlunya peningkatan pengawasan agar penyaluran MBG lebih tepat sasaran.

Salah satunya akun @xxkyoo menulis: “Programnya bagus, cuma eksekusi di lapangannya kurang pengawasan. Tidak menampik sih banyak dapur yang jujur dan amanah, tapi ada lebih banyak lagi dapur yg asal2an kasih makanan jauh dari konsep awal untuk meningkatkan gizi anak”.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa sekitar 60 persen anak Indonesia masih membutuhkan intervensi gizi seimbang.

Hal ini menjadikan program MBG sangat penting sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia.

Hingga kini, sekitar 61 juta anak telah merasakan manfaat dari program MBG, menunjukkan capaian yang mulai signifikan bagi peningkatan gizi anak Indonesia.

Porosbekasicom
Editor