PorosBekasi.com – Rencana revitalisasi Lapangan Pondokgede di Kota Bekasi yang mengemuka saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi dalam rapat paripurna DPRD bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Selasa, 10 Maret 2026, menuai reaksi keras warganet.
Wacana tersebut muncul dalam agenda resmi yang dihadiri jajaran pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun setelah informasi itu beredar luas di media sosial, sebagian warga justru mempertanyakan prioritas pembangunan yang diusulkan.
Sebelumnya, program serupa telah direalisasikan melalui pembangunan Lapangan Pedurenan di Kecamatan Mustikajaya yang merupakan hasil kerja sama Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi.
“Setelah lapangan di Mustikajaya, Gubernur Jawa Barat juga berencana membangun Lapangan kedua diwilayah Pondokgede,” kata Tri Adhianto, dikutip Rabu (11/3/2026).
Menanggapi rencana tersebut, sejumlah warganet menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar yang dinilai masih banyak bermasalah di Kota Bekasi.
“Benerin jalan berlubang jauh lebih penting, lapangan paling dipake segelintir orang, dan udah pasti kalo mau dipake harus bayar sewa. Ujung-ujungnya buang anggaran. Kebiasaan bisa membangun, tapi gak dirawat,” ucap pemilik akun Instagram @Akbarprayo**.
Komentar bernada sindiran juga datang dari warganet lain yang menilai pembangunan fasilitas lapangan olahraga terlalu sering menjadi agenda pemerintah.
“Lapangan Mulu, dikira Bekasi mau jadi tuan rumah Piala Dunia, dibilang kocak pendukungnya marah,” sindir Badboy.45**.
Di sisi lain, ada pula warga yang menilai renovasi Lapangan Pondokgede memang diperlukan mengingat kondisi fasilitasnya selama ini dinilai kurang terawat.
“Setelah sekian lama lapangan itu akhirnya direnov juga. Pernah olarhaga disana tapi bau pesing di semua area lapangannya, padahal itu lapangan bersebelahan dengan Kantor Camat Pondokgede,” ucap pemilik akun Instagram @moseevany**.
Selain itu, warganet juga menyoroti persoalan drainase dan kondisi jalan di kawasan Jatiwaringin yang dianggap membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Lebih baik sepanjang jalan Jatiwaringin dibenerin drainasenya dan jalan,padahal darah perkotaan,”timpal @Jaunksajal**.







Tinggalkan Balasan