Septa menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor. “Kami optimis melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, UMKM binaan PLN dapat tumbuh dan menjadi pilar penggerak ekonomi yang tangguh di Jakarta,” imbuhnya.
Solusi SPLU Berkelompok untuk Atasi Kabel Liar
Selain pembinaan usaha, PLN juga menyoroti persoalan klasik yang kerap ditemui di sentra UMKM, yakni praktik penyambungan listrik ilegal atau kabel liar.
Kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan dan stabilitas jaringan distribusi.
Sebagai solusi, PLN mendorong pengajuan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) secara kolektif. Skema berkelompok dinilai lebih efisien karena proses administrasi dapat dilakukan bersama dan biaya ditanggung secara gotong royong.
Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses listrik yang resmi, aman, dan terjangkau, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan akibat instalasi tidak standar.
PLN menyatakan akan terus memberikan pendampingan teknis dan edukasi agar para pelaku usaha memahami pentingnya penggunaan listrik yang legal dan bertanggung jawab.
Sementara Ketua Kamaksi, Joko Priyoski, menyambut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan riil di lapangan.
“Ini yang dibutuhkan masyarakat kami atas nama Kamaksi berterima kasih dengan program TJSL ini yang tentunya pelatihan terarah terukur bisa menambah pundi pundi uang tentunya untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Joko.






Tinggalkan Balasan