PorosBekasi.com – Iklim investasi di Kota Bekasi belakangan dinilai kian tertekan. Sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Tri Adhianto dan Abdul Haris Bobihoe memicu rentetan protes dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, aksi unjuk rasa muncul silih berganti. Isunya pun beragam, dugaan korupsi, persoalan banjir yang tak kunjung tuntas, penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Situasi ini memperkuat kesan bahwa stabilitas tata kelola kota amburadul.

Hari ini, Kamis (12/2/2026), aksi unjuk rasa dilakukan ratusan sopir angkot, dengan memblokade Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Stadion Patriot Candrabhaga dan Kantor Wali Kota Bekasi.

Aksi tersebut praktis melumpuhkan salah satu urat nadi transportasi kota, terutama akses menuju Jalan Sudirman dan kawasan Sumarecon Bekasi.

Penutupan jalan menggunakan armada angkot masing-masing bukan kali pertama terjadi.

Aksi serupa sebelumnya digelar pada Selasa 10 Febuari 2026, namun hingga demonstrasi tahap kedua berlangsung, para pengusaha angkutan dan sopir mengaku belum memperoleh tanggapan konkret dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi atas tuntutan yang mereka ajukan.

Porosbekasicom
Editor