Dalam pos

PorosBekasi.com – Lonjakan aktivitas judi online di Jawa Barat kembali mencuat setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis data terbaru.

Sepanjang 2024, provinsi ini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemain dan nilai transaksi judol tertinggi secara nasional, dan Kota Bekasi menjadi salah satu kantong terbesar.

Data PPATK menunjukkan, Kota Bekasi berada di posisi kesembilan secara nasional dengan 125.243 pemain. Fenomena itu mengerucut pada tiga kecamatan dengan jumlah pemain terbanyak.

Bekasi Utara tercatat di posisi teratas dengan 16.422 pemain. Disusul Bekasi Timur dengan 14.846 pemain, serta Bekasi Barat dengan 14.646 pemain.

Angka-angka ini menggambarkan, bahwa praktik judol sudah bergerak jauh dari sekadar aktivitas ilegal berbasis hiburan.

Ia telah menjelma menjadi persoalan sosial yang merambah berbagai lapisan, mahasiswa, pekerja informal, pengusaha, hingga aparatur negara.

Merespons peningkatan aktivitas judol ini, Pemerintah Kota Bekasi menyatakan akan memperketat pengawasan internal, khususnya terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aparatur yang terbukti ikut bermain.

“Kalau memang terbukti, ada bukti-bukti yang jelas, pasti akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar Harris, Senin, 24 November 2025.

Ia memastikan Inspektorat akan dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ASN yang dicurigai terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

“Kita minta Inspektorat membuka persoalan ini secara lengkap,” kata Harris.

Selain penindakan, Pemkot Bekasi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperkuat pencegahan serta sistem pengawasan, khususnya di lingkungan pemerintahan.

“Ini persoalan serius, dan bagaimana menjaganya menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tandas Harris.

Dengan temuan PPATK yang mengkhawatirkan serta ancaman sanksi bagi aparatur, Kota Bekasi kini berada di persimpangan penting untuk menekan laju judol yang semakin mengakar di masyarakat.

Sebelumnya, data terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan, empat dari 10 kecamatan dengan jumlah pengakses judi daring (judol) tertinggi di Jawa Barat berasal dari wilayah Bekasi. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, bahkan menjadi peringkat pertama secara provinsi.

Sepanjang 2024, PPATK mencatat 23.975 pengakses judi online berasal dari Tambun Selatan, tertinggi dari 627 kecamatan di Jawa Barat. Angka ini menempatkan Tambun Selatan di atas Cimanggis, Kota Depok (18.845 pengakses), serta Cibinong, Kabupaten Bogor (18.497 pengakses).

Porosbekasicom
Editor