PorosBekasi.com – Kali Cijambe diduga tercemar air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi. Air lindi yang belum diolah, diduga bocor dan mengalir ke kali yang berada di sekitar permukiman warga tersebut.
Ketua KAWALI DPD Bekasi, Sopian, menyebut kondisi TPA saat ini jauh dari kata ideal. Ia menyoroti minimnya infrastruktur pengaman yang membuat sampah dan cairan lindi bebas mengalir ke saluran drainase, yang ditengarai langsung bermuara ke sungai.
“Kami menemukan bagaimana sampah dan air lindi mengalir ke sungai tanpa penyaringan yang layak. Ini jelas mencemari lingkungan dan merusak ekosistem, baik hayati maupun non-hayati,” ujar Sopian, Jumat (18/7/2025).
Temuan KAWALI juga memperlihatkan dugaan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di TPA tersebut tidak berfungsi dengan baik. Bahkan, mereka mencium adanya aktivitas pengolahan limbah B3 di area sekitar TPA yang luput dari pengawasan.
“IPAL hanya dijadikan seremonial semata. Tidak ada proses pengolahan yang berjalan, juga ada informasi masuk diduga ada Pengolahan Limbah B3 di pinggir TPA, terkait ini Kementerian harus turun melakukan pemantauan ke lokasi untuk cek tata lokasi dan pengelolaannya,” jelas Sopian.
Lebih lanjut, pihaknya menilai kelalaian pengelolaan TPA Sumur Batu telah melanggar sejumlah regulasi penting, termasuk Undang-Undang Dasar 1945, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (khususnya Pasal 69 huruf A dan E), serta UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (Pasal 5 dan 6 huruf D dan G).
“Kami meminta Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) segera turun tangan, mengambil tindakan nyata tidak hanya sebatas inspeksi lokasi, tapi juga menyisir aliran air lindi dari TPA hingga ke Kali Cijambe, serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang lalai atau terbukti melakukan pencemaran,” tegas Sopian.
KAWALI juga mendesak agar proses pemulihan ekosistem Kali Cijambe segera dimulai. Menurut mereka, pencemaran ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlanjutan hidup generasi mendatang.






Tinggalkan Balasan