Porosbekasi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi masih terkesan tertutup perihal kabar pemeriksaan Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kota Bekasi, DFB.
Padahal Bapelitbangda disebut-sebut sebagai OPD yang paling berperan penting dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi.
Saat dikonfirmasi kebenaran pemanggilan DFB, pada Kamis 12 Juni 2025, Kepala seksi intelejen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi belum buka suara, meski kabar pemanggilan mantan Camat Jatisampurna itu berlangsung senyap.
Setali tiga uang, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Haryono pun juga enggan memberikan keterangan atas kabar pemeriksaan DFB.
Kepala Bapelitbangda sendiri, saat dikonfirmasi porosbekasi, tidak merespons pertanyaan yang dikirim melalui pesan singkat WhatsApp, pada Kamis sore atau usai dirinya selesai menjalani rangkaian pemeriksaan tim khusus Kejari Kota Bekasi.
Sebelumnya, Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Riyan Anugrah mengonfirmasi adanya pemeriksaan terhadap seorang pejabat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) tahun 2022.
“Hari ini pemeriksaan 1 orang ASN Bapelitbangda tahun 2022,” kata Riyan, Selasa, 10 Juni 2025.
Namun, ia masih enggan membeberkan siapa pejabat yang dimaksud demi menjaga privasi.
Selain itu ada beberapa nama yang juga dikabarkan ikut diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan kasus korupsi pengadaan alat olahraga Dispora Kota Bekasi tersebut.
“Untuk nama gak boleh diberikan karena menjaga identitas pribadi saksi yang bersangkutan,” ujar Riyan.
“Saya hanya bisa kasih jabatan yang berkaitan dengan materi pemeriksaannya saja,” tambahnya.
Saat disinggung soal jadwal pemeriksaan Komisaris PT Cahaya Ilmu Abadi (CIA), Tomi Uno Walangitan (TUW) akan dilaksanakan minggu ini, Riyan pun membenarkan.
“Betul,” singkatnya.




Tinggalkan Balasan