Porosbekasi.com – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, masih menjadi sorotan banyak pihak, dengan tiga orang tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, sejauh ini.
Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Zainul Miftah, mendorong agar tersangka yang juga mantan Kepala Dispora Kota Bekasi, Zarkarsih, mengajukan Justice Colabolator (JC) sehingga kasus ini dapat terungkap secara terang benderang.
“Agar kasus ini tidak menjadi liar dan pihak-pihak yang saat ini disebut-sebut ikut menikmati uang korupsi alat olahraga itu dapat diungkap di muka persidangan, akan lebih baik jika Zarkasih dan tersangka lainya memberikan informasi yang sejelas jelasnya, kemana saja uang hasil korupsi itu mengalir,” kata Zainul, Selasa, 20 Mei 2025.
Zainul menegaskan, pihaknya mendesak pengungkapan kasus ini oleh Kejari tanpa pandang bulu, termasuk pihak-pihak yang diduga ikut menikmati uang haram hasil program bancakan yang merugikan negara hampir Rp 5 miliar tersebut.
“Kami mendesak agar Kejari Kota Bekasi dapat mengungkap aktor intelektual di balik kasus korupsi yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah tersebut. Siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi itu harus diperiksa, tak terkecuali jika Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ikut terlibat, maka harus diperiksa,” tegasnya.
Zainul juga menepis tudingan sejumlah kader Golkar Kota Bekasi merapat ke Tri Adhianto, lantaran kondisi partai yang pernah digawangi mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi itu tengah mengalami perpecahan.
Ia memastikan Golkar Kota Bekasi tetap solid hingga saat ini, dan memposisikan diri sebagai penyeimbang pemerintahan Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe.
“Kami tegaskan, Golkar Kota Bekasi tetap mendukung kebijakan Pemkot Bekasi yang pro rakyat. Namun demikian, jika ada penyimpangan anggaran tentu harus kritis,” tegas Zainul.
Diketahui, belakangan beredar rumor yang menyebut sejumlah loyalis dan kader Golkar Kota Bekasi, terutama yang masih menjabat di BUMD, tengah menyelamatkan posisi dengan merapat ke pemerintahan Tri-Harris.
Hal ini menyusul kabar Tri sedang melakukan aksi bersih-bersih dari para kader Golkar dan loyalis Pepen yang menempati jabatan strategis di perusahaan plat merah milik Pemkot Bekasi tersebut.
Bahkan, salah satu kader beringin disebut-sebut merapat ke Tri dengan ikut berkomentar, bahwa tudingan Wali Kota Bekasi ikut terlibat dalam kasus korupsi alat olahraga, merupakan fitnah. Golkar pun bereaksi dengan menegaskan pernyataan kader tersebut merupakan pendapat pribadi, bukan atas nama partai.






Tinggalkan Balasan