Dalam pos

PorosBekasi.com – Jumlah anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan lonjakan signifikan setelah adanya kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial.

Melalui terobosan kebijakan ini, para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) didorong untuk bergabung menjadi anggota koperasi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, pada acara Kolaborasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan, di gerai KDMP Gejugjati, Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 10 Maret 2026.

Langkah tersebut dinilai mampu memperluas basis anggota koperasi sekaligus membuka peluang bagi keluarga prasejahtera untuk meningkatkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi bersama.

“Awalnya anggota Koperasi Desa di Jawa Timur hanya 8 ribu orang. Per hari ini, sudah 150 ribu. Ditambah dengan penerima manfaat (PKH) didorong menjadi anggota, tambahannya ada 4 juta,” kata Ferry dalam keterangannya dikutip, Rabu 11 Maret 2026.

Menurutnya, jika pola kolaborasi ini diterapkan secara nasional, jumlah anggota koperasi diperkirakan akan meningkat secara masif. Dengan menjadi anggota koperasi, masyarakat berpenghasilan rendah berpeluang mendapatkan tambahan pemasukan sekaligus kesempatan untuk berinvestasi.

“Mereka bisa dapatkan sisa hasil usaha yang menjadi tambahan pendapatan,” ujar Ferry.

Melalui sistem koperasi, para anggota berhak memperoleh bagian dari sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, pemerintah juga tengah menyiapkan skema khusus bagi anggota baru. Kementerian Koperasi berencana membebaskan iuran pokok sebesar Rp40 ribu, sehingga anggota hanya perlu membayar iuran wajib Rp10 ribu per bulan.

Serap Produk UMKM

Selain memperkuat keanggotaan, pemerintah juga menargetkan koperasi menjadi pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Beragam produk lokal seperti kecap, saus, sabun, sampo, deterjen, hingga roti diharapkan dapat dipasarkan melalui gerai koperasi.

“Kami akan siap mengurasi, menginkubasi, bahkan membiayai produk-produk UMKM lokal. Dan kita akan prioritaskan untuk dijual di gerai-gerai Koperasi Merah Putih,” papar Ferry.

Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, koperasi diharapkan berperan sebagai offtaker atau pihak yang siap menyerap berbagai hasil produksi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, kuliner hingga kerajinan.

Untuk mendukung hal tersebut, fasilitas pergudangan di setiap Koperasi Merah Putih juga akan dilengkapi peralatan pendukung agar hasil produksi warga desa dapat ditampung dan dipasarkan secara optimal.

“Saya berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bisa menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat dari desa. Kita bangun kekuatan ekonomi bersama menuju kemandirian,” imbuhnya.

Saat ini pemerintah tengah membangun sekitar 32 ribu Koperasi Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.200 gerai telah rampung sepenuhnya dan mulai dipersiapkan untuk operasional.

“Jadi, dengan 32.000 yang sekarang sedang dibangun, insyaallah 2 atau 3 bulan nanti bisa rampung. Dan yang sudah selesai per hari ini sekitar 2.200 itu sudah mulai dipersiapkan untuk operasionalnya,” pungkas Ferry.

Porosbekasicom
Editor