Dalam pos

PorosBekasi.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menganggap nilai perjuangan Ibu Negara pertama RI, Fatmawati Soekarno, masih sangat relevan sebagai fondasi moral bangsa dalam menghadapi ketidakadilan dan upaya pembungkaman suara kritis di era demokrasi saat ini.

Pesan tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri peluncuran Fatmawati Trophy 2026 yang digelar di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ia menegaskan, Fatmawati bukan sekadar figur sejarah, melainkan sosok Ibu Bangsa yang mewariskan keteladanan kemanusiaan melalui perjuangan panjang yang kerap berlangsung dalam kesenyapan.

“Bangsa Indonesia saat ini memerlukan kesabaran revolusioner untuk melawan segala bentuk ketidakadilan, termasuk upaya-upaya pembungkaman suara kritis dan mahasiswa, civil society hingga jurnalis,” kata Hasto, dikutip Kompas, Minggu (8/2/2026).

Ia mengingatkan, bahwa kemerdekaan yang telah diraih harus dijaga dengan keberanian menyuarakan kebenaran demi kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Kita adalah bangsa merdeka, jangan takut menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan demi kemanusiaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa peran Fatmawati jauh melampaui statusnya sebagai istri Presiden pertama RI.

Ia mengutip pandangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut Fatmawati sebagai sosok fundamental dalam perjalanan bangsa.

“Mengutip kata pengantar Megawati Soekarnoputri dalam buku biografi Fatmawati, ia menyebut almarhumah sebagai “Ibu Peradaban”. Beliau tidak hanya ibu rumah tangga, tetapi ibu peradaban politik perempuan Indonesia,” terang Hasto.

Menurut Hasto, kontribusi Fatmawati membuka ruang legitimasi bagi perempuan Indonesia untuk terlibat aktif di ruang publik dan politik, bahkan sejak masa revolusi.

“Ibu Fat memberikan legitimasi kuat bagi kaum perempuan untuk bergerak di ranah publik dan politik, yang kemudian menginspirasi kursus kepemimpinan perempuan yang dilaksanakan di tengah-tengah revolusi fisik yang tampak dalam buku Sarinah karya Bung Karno,” sambungnya.

Dalam konteks internal partai, Hasto menegaskan nilai perjuangan Fatmawati menjadi rujukan moral bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk konsisten berpihak pada rakyat kecil.

Ia menilai ketulusan dan keberanian Fatmawati harus diwujudkan dalam tindakan nyata membela kelompok yang tertindas.

“Ini adalah panggilan bagi seluruh kader. Kita memerlukan kebangkitan etika dan keteladanan dari Ibu Fat. Kader harus memiliki keberanian berdiri di barisan depan membela rakyat yang tertindas, sebagaimana Ibu Fat yang selalu peduli pada rakyat kecil meski dalam kesunyian perjuangannya,” tandasnya.

Porosbekasicom
Editor