Dalam pos

PorosBekasi.com – Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, melontarkan kritik kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjelang laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 melawan Irak. Sorotan itu berkaitan dengan pembagian venue pertandingan yang dinilainya tidak seimbang.

Iran dijadwalkan menghadapi Irak pada semifinal yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) sore. Laga tersebut menjadi ujian penting bagi Iran yang datang dengan status unggulan, mengingat tim peringkat kelima dunia itu merupakan pemegang rekor juara terbanyak Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 gelar.

Meski memiliki catatan mentereng, Shamsaee menegaskan timnya tidak akan memandang remeh Irak. Ia menilai seluruh peserta yang mampu melaju hingga fase semifinal telah menunjukkan kualitas dan konsistensi permainan sepanjang turnamen.

“Saya sangat senang bisa ada di sini, waktu berjalan cepat, rasanya baru kemarin kami berkompetisi dan sekarang sudah di semifinal,” ujar Shamsaee, dilansir bolasport.com, Kamis (5/2/2026).

Pelatih asal Iran itu menilai fokus dan kesiapan mental tetap menjadi kunci utama bagi timnya untuk bisa tampil maksimal dan mengamankan tiket ke partai puncak. Ia juga menegaskan rasa hormatnya kepada seluruh lawan yang berlaga di turnamen ini.

Namun di balik optimisme tersebut, Shamsaee mengungkapkan ketidaknyamanan terkait kebijakan AFC dalam penentuan venue. Ia menyoroti fakta bahwa Irak selalu bermain di Indonesia Arena sejak fase awal, sementara Iran harus menjalani laga dari fase grup hingga perempat final di Jakarta International Velodrome.

“Saya merasa kurang yakin soal keseimbangan di turnamen ini. Itu karena kami bermain di Velodrome, sedangkan Irak memainkan semua pertandingannya di sini,” kata Shamsaee.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesiapan tim karena perbedaan karakter lapangan dan atmosfer pertandingan.

Ia menilai AFC seharusnya memberikan kesempatan yang sama bagi setiap tim untuk merasakan venue yang digunakan pada fase krusial turnamen.

“Kami merasa AFC harusnya menciptakan keseimbangan, bahwa semua tim harus punya kesempatan untuk main di tempat yang sama,” tegasnya.

Meski demikian, Shamsaee menekankan bahwa situasi tersebut tidak boleh dijadikan alasan. Ia menilai profesionalisme pemain futsal level tim nasional justru diuji dari kemampuan beradaptasi dalam kondisi apa pun, termasuk saat harus tampil di arena yang baru pertama kali digunakan.

Hal senada juga disampaikan pemain Iran, Behrooz Azimi. Ia mengakui timnya memang lebih banyak bermain di Velodrome sepanjang turnamen, namun menegaskan bahwa para pemain dituntut untuk cepat menyesuaikan diri. Iran dijadwalkan menjalani latihan ringan sebagai bagian dari adaptasi jelang semifinal.

Iran dan Irak akan memperebutkan satu tiket ke final Piala Asia Futsal 2026 dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat, di tengah sorotan terhadap kebijakan AFC soal pembagian venue.

Porosbekasicom
Editor