Dalam pos

PorosBekasi.com – Kerusakan jalan di Kota Bekasi kembali memakan korban. Kali ini, sebuah sepeda motor Honda Scoopy mengalami kerusakan parah hingga mesin terlepas dari rangka, usai menghantam lubang menganga di Jalan HM. Joyomartono, Margahayu, Bekasi Timur, Senin malam, 26 Januari 2026.

Insiden tersebut terekam dan menyebar luas melalui akun Instagram @infobekasi. Dalam unggahan itu terlihat kondisi sepeda motor yang rusak ekstrem, dengan mounting hancur dan mesin terpisah dari rangka. Motor tersebut ditumpangi dua orang saat melintas di lokasi.

“Lubang memakan korban. Ini lubang apa kolam lele?” sindir pria perekam video.

“Nih korban, motornya meleot, mountingnya hancur nih gara-gara kolam lele,” ucapnya lagi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka fisik dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan kendaraan terbilang berat dan menunjukkan betapa berbahayanya kondisi jalan yang dibiarkan rusak tanpa penanganan serius.

Salah seorang pengguna jalan, Agus (42), menyebut kerusakan Jalan HM Joyo Martono sudah berlangsung lama meski berulang kali diperbaiki.

“Kondisinya sudah lama rusak dan berlubang. Walau sudah ditambal, nanti baru seminggu berlubang lagi. Dan rusaknya sering jatuhin orang banyak,” katanya.

Menurut Agus, kedalaman lubang di jalan tersebut berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, sehingga sangat berbahaya bagi pengendara, terutama sepeda motor.

“Kadang-kadang ada yang ngejar target atau buru-buru. Kadang lagi bengong tahu-tahu jeblos,” ucapnya.

Lubang di ruas Jalan HM Joyomartono bukan kali pertama dikeluhkan warga. Jalan rusak di berbagai titik Kota Bekasi terus menjadi sorotan publik karena berulang kali memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang paling rentan.

Unggahan video yang tersebar luas itu pun sontak memicu respons luas dari warganet yang menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

“Bekasi darurat jalan berlubang,” ujar @rakahdy** sembari menandai akun Tri Adhianto.

“Cipendawa dan Narogong apa kabar,” celetuk @rachmadi_an**.

“banyaakkk gak cuma disitu, tolonglah,” keluh @dimash**.

Kondisi ini menegaskan lemahnya respons dan pengawasan pemerintah daerah terhadap infrastruktur jalan. Di tengah mobilitas warga yang padat, jalan berlubang bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

Jika terus diabaikan, bukan tidak mungkin korban berikutnya jatuh dengan konsekuensi yang lebih fatal.

Porosbekasicom
Editor