PorosBekasi.com – Pengambilan formulir Bakal Calon Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kota Bekasi, diwarnai suasana tak biasa.
Unsur budaya lokal dan simbol-simbol filosofis mewarnai tahapan awal kontestasi Musyawarah Cabang (Muscab) II tersebut.
Ahmad Nurul Hadi menjadi salah satu bakal calon yang mencuri perhatian. Ia datang mengambil formulir pendaftaran dengan diiringi kesenian ondel-ondel Betawi sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas lokal Kota Bekasi.
Bakal calon yang akrab disapa Cak Nur itu hadir bersama Ifi Fataranifa selaku ketua tim pemenangan.
Tak hanya iringan seni tradisional, rombongan juga membawa sembilan buah durian dan sembilan buah kelapa muda yang sarat makna simbolik.
Durian dipilih sebagai representasi perjalanan perjuangan yang tidak mudah. Buah dengan kulit tajam dan aroma menyengat itu diibaratkan sebagai proses yang penuh tantangan, namun pada akhirnya memberi kenikmatan ketika berhasil dilalui.
“Durian itu tajam, bau menyengat, penuh misteri, tapi menjadi kesukaan kebanyakan masyarakat. Ini seperti proses perjuangan, tidak selalu mudah, tetapi hasilnya bisa dinikmati bersama,” ujar Cak Nur, Jumat (9/1/2026).
Sementara sembilan buah kelapa muda melambangkan kesegaran, persatuan, serta harapan baru bagi masa depan organisasi.
Angka sembilan juga diyakini sebagai simbol kesempurnaan dan keberkahan dalam tradisi keluarga besar Nadliyin.
Panitia Muscab II IKA PMII Kota Bekasi mencatat, hingga hari ketiga pembukaan pendaftaran, delapan formulir telah diambil oleh para bakal calon Ketua.
Tingginya partisipasi ini menunjukkan besarnya minat alumni dalam menentukan arah kepemimpinan IKA PMII Kota Bekasi.
Muscab II IKA PMII Kota Bekasi dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2026.
Adapun batas akhir pengambilan sekaligus pengembalian formulir ditetapkan pada Jumat, 10 Januari 2026.
Cak Nur mengklaim telah mengantongi dukungan dari sejumlah alumni PMII. Ia menegaskan komitmennya membangun IKA PMII sebagai rumah besar alumni yang inklusif, solid, dan berkontribusi aktif bagi pembangunan sosial kemasyarakatan di Kota Bekasi.
“IKA PMII harus menjadi ruang kebersamaan, memperkuat jejaring alumni, dan memberi manfaat nyata bagi umat dan daerah,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan