Dalam pos

PorosBekaai.com – Kesaksian memilukan datang dari dua korban kasus pencabulan yang dilakukan seorang ustadz sekaligus Ketua Forum Pembela Alim Ulama (FPAU) Bekasi, berinisial MR (52).

Kedua korban yang merupakan anak angkat dan keponakan, mengaku dilecehkan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dan hingga kini masih menanggung trauma berat.

Korban pertama, ZA (22), mengaku mulai dicabuli sejak kelas 2 SMP hingga masa kuliah.

“Sejak SMP, terus sampai kuliah. Saya takut melawan, apalagi beliau figur dihormati di keluarga dan lingkungan,” ungkap ZA dalam laporan yang diterima kepolisian.

Hal serupa dialami SA (21), keponakan MR, yang menyebut perbuatan bejat itu sudah berlangsung sejak ia masih kelas 6 SD. Kedua korban bahkan mengalami gangguan psikologis. Salah satunya didiagnosis menderita post-traumatic stress disorder (PTSD) dan kini menjalani konseling rutin.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, membenarkan bahwa pihaknya telah menahan MR setelah laporan resmi masuk pada 7 Juli 2025.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (30/9/2025).

Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati pencabulan dilakukan berulang kali di rumah pelaku dan sejumlah lokasi lain. Korban ZA bahkan sempat melarikan diri ke rumah temannya di Cikarang untuk mencari perlindungan.

“Korban mengalami tekanan dan intimidasi, sehingga memilih melarikan diri,” ucapnya.

Pihak keluarga korban mengaku sempat menutup-nutupi kasus ini. Bahkan, ZA mengaku mendapat tekanan dari ibu angkatnya ketika berusaha melapor. Namun, keberanian korban akhirnya membawa kasus ini ke jalur hukum.

Atas perbuatannya, MR dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Polisi memastikan proses hukum akan berjalan transparan.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Semua bentuk kekerasan seksual, apalagi terhadap anak, tidak bisa ditolerir,” tandas Twedi.

Porosbekasicom
Editor