POROSBEKASI.COM – Dugaan kasus perundungan dan kekerasan terhadap siswa di lingkungan asrama sekolah, terjadi di Kota Bekasi.
Seorang siswa kelas VII Alexandria Boarding Islamic School di Rawalumbu, Bekasi Timur, disebut mengalami sejumlah luka setelah diduga dipukul teman satu kelasnya.
Kasus tersebut pertama kali diungkap melalui akun Threads dan Instagram @zaniy25 yang disebut merupakan orang tua korban.
Unggahan itu kemudian di-repost oleh akun @taragonjreng dan telah ditonton lebih dari 186 ribu kali.
Dalam unggahannya, orang tua korban menyebut anaknya, Keanu Alif Arzachel Zaen, siswa kelas VII/C, menjadi korban dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan asrama sekolah pada 17 September 2026.
“Tgl 17 Sep 2026, anak sy yg sekolah di Alexandria Boarding Islamic School di Rawalumbu Bekasi Timur, terjadi Pembullyan/kekerasan dilingkungan asrama kpd Ank sy Keanu Alif Arzachel Zaen, kelas VII/C yg di pukul oleh teman 1 klsnya, skg kondisi anak sy Pecah pembuluh darah mata nya, bgitupun kepala benjol, dada memar dan skg anak berada di RS,” tulis akun tersebut, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Foto yang turut beredar di media sosial menunjukkan kondisi korban dengan mata sebelah kanan tampak merah yang disebut akibat pecah pembuluh darah. Selain itu, terlihat bagian kepala korban mengalami benjol dan terdapat memar pada bagian dada.
Mediasi Dilakukan, Orang Tua Persoalkan Ketegasan Sekolah
Persoalan tersebut kemudian berlanjut ke upaya mediasi antara orang tua korban, pihak sekolah dan siswa yang disebut sebagai pelaku. Pertemuan itu berlangsung pada 21 September 2026, atau beberapa hari setelah dugaan kekerasan terjadi.
Namun, berdasarkan keterangan orang tua korban di media sosial, mediasi tersebut belum menghasilkan penyelesaian yang dianggap memberikan kepastian maupun ketegasan dari pihak sekolah.
“tgl 21 Sep sy dan pihak skolah jg pelaku sdh mediasi tp tdk menemukan titik terang dan ketegasan dr pihak skolah, mhn bantu di Up ya tmn2. TERIMAKASIH,” lanjutnya.
Unggahan mengenai kasus tersebut juga mendapat respons dari pengguna media sosial. Salah satu komentar menyampaikan dukungan kepada keluarga korban sekaligus menggambarkan keprihatinan terhadap kondisi yang dialami anak tersebut.
“Jujur pasti sedih banget, perasaan ibunya. Kita yang ngerawat anak, kita sekolahin yang terbaik eeh malah diginiin sma orang lain. Semoga mendapatkan keadilan ya ibu. Aamiin”.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen Alexandria Boarding Islamic School Rawalumbu dan Polres Metro Bekasi Kota untuk memastikan kronologi kejadian serta penanganan terhadap dugaan kekerasan tersebut.
Dugaan kekerasan di lingkungan sekolah berasrama menjadi perhatian karena boarding school semestinya menyediakan lingkungan pendidikan dan pengawasan yang aman bagi peserta didik.
Kasus yang beredar di media sosial tersebut juga memunculkan desakan agar Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Kementerian Agama melakukan penelusuran sesuai kewenangan masing-masing.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya unsur penganiayaan, penanganan terhadap siswa yang diduga terlibat perlu memperhatikan ketentuan hukum mengenai anak.
Sementara itu, aspek pengawasan dan tanggung jawab pengelola sekolah terhadap keamanan peserta didik di lingkungan asrama juga menjadi bagian yang perlu diperiksa oleh pihak berwenang.







Tinggalkan Balasan