Dalam pos

PorosBekasi.com – Perekonomian Indonesia pada awal 2026 diperkirakan tetap berada di jalur pertumbuhan yang stabil meski dunia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi, dalam hasil kajiannya memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 berada di level 5,54 persen.

Proyeksi tersebut sedikit melampaui konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg di angka 5,25 persen, sekaligus nyaris menyamai target pemerintah yang dipatok sebesar 5,55 persen.

Fithra menjelaskan bahwa perbedaan proyeksi ini terutama dipengaruhi oleh pendekatan analitis yang memasukkan faktor basis rendah pada kuartal I-2025, ketika ekonomi hanya tumbuh 4,87 persen.

“Proyeksi kami berada sedikit di atas konsensus karena kami secara eksplisit memasukkan efek basis rendah tahun lalu,” ujar Fithra dalam keterangannya , dikutip, Senin (13/4/2026).

Lebih lanjut, ia menilai performa ekonomi di awal tahun ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Sepanjang 2026, pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan berada di kisaran 5,37 persen.

Menurutnya, angka tersebut mencerminkan keseimbangan antara dorongan kebijakan pemerintah seperti Danantara dan Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan tekanan eksternal akibat dinamika geopolitik global yang masih berlanjut.

Dalam skenario yang lebih menantang sekalipun, Fithra menegaskan ekonomi Indonesia masih mampu bertahan di atas 5 persen, yakni sekitar 5,18 persen, meskipun terjadi peningkatan tensi global.

Ia juga menyoroti proyeksi lembaga internasional seperti World Bank dan OECD yang cenderung lebih konservatif, masing-masing di kisaran 4,7 persen dan 4,8 persen.

Menurutnya, angka tersebut belum sepenuhnya menangkap potensi percepatan dari kebijakan pemerintah.

Porosbekasicom
Editor