Dalam pos

PorosBekasi.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pelatih kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 4 Kota Bekasi, Kota Bekasi, semakin menguat setelah salah satu korban mulai angkat bicara dan memberikan pengakuan.

Mengutip dari akun Instagram @wowbekasi, korban berinisial M mengungkapkan peristiwa bermula dari ajakan pelaku untuk bertemu secara pribadi. Pada awalnya, ajakan tersebut dianggap sekadar candaan.

Namun, seiring waktu, ajakan itu disebut disertai tekanan hingga ancaman tidak akan mendapatkan perlakuan baik dalam kegiatan latihan apabila menolak.

Dalam keterangannya, pelaku juga diduga berupaya mengumpulkan informasi pribadi korban untuk membangun kedekatan secara emosional.

Situasi tersebut membuat korban berada dalam kondisi tertekan, hingga dalam beberapa pertemuan terjadi kontak fisik yang tidak diinginkan serta tindakan yang dinilai tidak pantas.

Korban menambahkan, upaya untuk menolak maupun mencari bantuan di ruang publik tidak berjalan efektif, sehingga ia merasa terjebak dalam situasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 4 Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut. Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut.

Sebelumnya, salah satu saksi berinisial R menyebutkan, kasus tersebut diduga telah terjadi sejak beberapa waktu lalu sebelum akhirnya mencuat ke publik pada awal 2026. Ia juga mengungkapkan adanya dua korban dalam peristiwa tersebut.

“Korban ada dua yang paling parah. Yang satu sudah alumni, yang satu lagi masih sekolah,” ujar R, dikutip Senin, (6/4/2026).

Sementara itu, organisasi Pramuka Raider Four yang menaungi pelatih tersebut menyatakan telah memberhentikan yang bersangkutan sejak 20 Januari 2026 setelah menemukan dugaan pelanggaran serius.

“Langkah ini diambil setelah organisasi menilai adanya pelanggaran fundamental,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.

Porosbekasicom
Editor