PorosBekasi.com – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat yang dijadwalkan awal April 2026 kian menunjukkan eskalasi politik internal yang mengarah pada pertarungan terbuka dua poros kekuatan.
Kontestasi ini tidak hanya soal figur, tetapi juga soal kemampuan mengunci dukungan menjelang hari pemilihan.
Dua kandidat yang dipastikan bertarung adalah anggota DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin dan anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat yang juga Ketua AMPI Jawa Barat. Keduanya kini berada dalam fase akhir konsolidasi untuk memastikan suara mayoritas DPD kabupaten/kota.
Di tingkat daerah, sejumlah DPD mulai mengambil posisi politik masing-masing. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Uri Huryati, menyebut bahwa komunikasi internal telah menghasilkan kecenderungan dukungan tertentu.
“Mengenai arah dukungan, sejauh ini dari hasil diskusi dan kesepakatan kader di Kota Bekasi, kelihatannya arahan kita cenderung ke Bang Daniel Mutaqien,” ujar Uri, Selasa (31/3/2026).
Uri menyebut, pertimbangan tersebut tidak hanya didasarkan pada figur, tetapi juga pada pengalaman organisasi serta rekam jejak politik di tingkat Jawa Barat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap akan melalui mekanisme resmi organisasi.
DPD Partai Golkar Kota Bekasi sendiri dijadwalkan menggelar rapat internal untuk memfinalisasi sikap sebelum dibawa ke forum Musda.
“Harapan kami adalah, ketua terpilih bisa memperjuangkan dan memajukan Golkar Jabar secara keseluruhan. Pemimpin yang bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pengurus di tingkat kabupaten/kota, agar kita bisa menyongsong agenda-agenda politik ke depan dengan solid,” pungkas Uri.
Meski salah satu kandidat disebut telah mengantongi dukungan mayoritas DPD, kondisi politik menjelang Musda masih dinilai belum final.
Dari 27 DPD di Jawa Barat, sekitar 19 dikabarkan telah mengarah pada salah satu kandidat, sementara delapan lainnya masih belum menentukan sikap.







Tinggalkan Balasan