Dalam pos

PorosBekasi.com – Warga Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, dibuat resah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

Lubang dengan kedalaman bervariasi dan juga retakan tersebar di banyak titik, yang pastinya mengancam keselamatan pengguna jalan.

Terlebih saat hujan sedang turun, lubang-lubang yang tertutup genangan air, membuatnya seolah menjadi jebakan tak kasat mata, terutama di malam hari. Kondisi ini membuat pengendara, khususnya roda dua, semakin was-was saat melintas.

Dalam situasi seperti itu, risiko kecelakaan otomatis meningkat drastis. Hal ini diungkapkan warga sekitar, yang sudah lama terganggu dengan kondisi jalan di lingkungannya.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Sangat berbahaya, apalagi untuk pengendara motor,” ujar salah seorang warga, Rabu (25/3/2026).

Tak hanya mengancam keselamatan, kerusakan jalan ini juga melumpuhkan ritme kehidupan warga.

Kendaraan harus berjalan pelan, berkelok menghindari lubang, bahkan tak jarang memicu kemacetan kecil yang mengganggu aktivitas harian di lingkungan tersebut.

Warga menuturkan, kerusakan ini bukan persoalan baru. Jalan yang rusak sudah lama dibiarkan tanpa penanganan serius.

Dalam keterbatasan, sebagian warga bahkan terpaksa bergerak sendiri, menambal lubang dengan material seadanya, sebuah upaya darurat yang jauh dari kata aman dan permanen.

“Sudah lama kondisinya begini (rusak). Kadang warga juga inisiatif nutupin pakai batu atau pasir seadanya, biar nggak terlalu bahaya buat kendaraan yang lewat,” ungkap warga.

Laporan demi laporan telah disampaikan kepada pihak kelurahan. Pemerintah setempat disebut telah menerima keluhan warga dan berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Namun hingga kini, harapan itu masih menggantung.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya menyatakan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.

Sayangnya, warga menilai upaya tersebut belum menyentuh sepenuhnya jalan lingkungan seperti yang ada di Aren Jaya.

Kini, warga hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.

Sebab, setiap lubang yang dibiarkan terbuka bukan sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan ancaman nyata yang setiap saat bisa memakan korban.

Porosbekasicom
Editor