PorosBekasi.com – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi, pemerintah menegaskan pasokan komoditas pangan strategis dalam kondisi aman dan harga masih terkendali.
Upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok saat momen penting tersebut.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri, di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
“Saya sampaikan seluruh komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau daging kerbau, telur, gula, dan minyak goreng menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman,” kata Sudaryono.
Menurutnya, kondisi aman yang dimaksud mencakup kecukupan pasokan serta harga yang masih berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai contoh, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog saat ini mencapai 4,09 juta ton, dan diproyeksikan bisa mencapai 6 juta ton. Sementara beras yang beredar di masyarakat sekitar 12 juta ton, dan panen yang akan datang diperkirakan sebesar 12 juta ton.
Dengan demikian, total cadangan beras mencapai 28 juta ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga 324 hari atau sekitar 11 bulan ke depan.
“Jadi, kondisi pangan kita sangat kuat ya, sangat kuat,” ungkap Sudaryono.
Selain itu komoditas strategis lain seperti jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, telur, dan ayam juga tersedia dalam jumlah cukup.
Sudaryono menambahkan, ketersediaan ini dapat bertahan hingga Mei 2026, meskipun produksi dan konsumsi tetap berjalan secara bergantian.
“Tapi bukan berarti pemahamannya, kalau sampai Mei (selesai), habis, bukan. Artinya, ini kan sampai Mei tahan, tapi kan ada panen, dikonsumsi, ada produksi, dikonsumsi, dan lain-lain. Jadi insyaallah kondisi dari sisi produksi kita cukup,” ujarnya.
Senada, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menegaskan pasokan pangan nasional aman dan mencukupi sepanjang Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
“Pemerintah terus memastikan ketersediaan pangan serta menjaga harga tetap stabil. Agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan bahan pokok,” kata Sarwo Edhy.







Tinggalkan Balasan